Presiden Joko Widodo meminta semua kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melakukan perubahan dalam cara kerja organisasi mereka menjelang pemilu 2029. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya dapat dibangun melalui kepengurusan yang terdaftar secara administratif, tetapi juga harus terlihat dari keterlibatan kader di masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, 1 Agustus. Ia menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Sehingga kenapa dari DPP mengejar agar struktur partai ini sampai ke desa, ke TPS, karena kuncinya di situ dan perlu kita ingat bersama struktur partai harus yang fungsional, betul-betul berfungsi, harus hidup dan bekerja,” ungkapnya.
Fungsi Struktur Partai yang Efektif
Jokowi menegaskan bahwa struktur partai harus mampu menjalankan fungsi politik secara nyata. Ia berpendapat bahwa kepengurusan yang hanya ada untuk memenuhi syarat administratif tidak akan memberikan dampak signifikan bagi penguatan partai. “Percuma ada tapi hanya formalitas. Percuma struktur ada jika hanya ingin mendapatkan SK. Bukan itu, struktur yang fungsional, struktur yang hidup dan bekerja, struktur yang aktif sehari-hari di tengah-tengah kehidupan rakyat kita,” tegasnya.
Presiden ke-7 RI ini juga mengingatkan pengurus PSI untuk tidak menjadikan pembentukan struktur sebagai tujuan akhir. Ia mendorong setiap tingkatan kepengurusan untuk aktif dan berkelanjutan dalam menjalankan aktivitas.
Pentingnya Keterlibatan Kader di Masyarakat
Menurut Jokowi, keberadaan kader di tingkat paling bawah sangat menentukan kemampuan PSI dalam menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebutkan bahwa penguatan struktur dari desa hingga TPS merupakan salah satu kunci untuk meraih suara pemilih. “Membangun struktur partai karena ini adalah kunci kemenangan kita nanti di tahun 2029. Kuncinya membangun struktur partai sampai ke desa, sampai ke TPS. Kuncinya berada di situ,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga meminta agar kader PSI membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui aktivitas sehari-hari. Ia menekankan bahwa kedekatan dengan warga tidak hanya perlu dilakukan saat partai membutuhkan dukungan politik. Kader harus hadir dalam berbagai situasi yang dihadapi masyarakat, baik dalam kebahagiaan maupun saat menghadapi kesulitan.