Seorang pengamat politik, Jamiluddin Ritonga, berpendapat bahwa upaya Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik yang dimulai di Lampung bertujuan untuk menjaga keberlangsungan keturunan Presiden ketujuh Republik Indonesia itu di arena politik nasional. Menurut Jamiluddin, langkah ini diambil Jokowi untuk memastikan kesinambungan trahnya dalam dunia politik.
Tujuan Safari Politik Jokowi
Jamiluddin menjelaskan bahwa safari politik Jokowi juga berfokus pada penguatan elektoral anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang menjabat sebagai Wakil Presiden. Selain itu, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat keterpilihan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, anak Jokowi yang lainnya. "Safari politik Jokowi itu ditujukan untuk membesarkan kedua anaknya," ujarnya.
Penurunan Antusiasme Masyarakat
Namun, Jamiluddin mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Lampung terhadap kehadiran Jokowi tidak menunjukkan kekuatan yang signifikan, terutama jika dibandingkan dengan jumlah suara yang diperoleh Jokowi pada Pilpres 2019 di provinsi tersebut. Ia mencatat bahwa pada pemilihan presiden sebelumnya, 59,71 persen warga Lampung memberikan suara untuk Jokowi. Namun, saat ini, sambutan masyarakat terhadapnya tampak minim, dengan banyak warga yang tetap melanjutkan rutinitas sehari-hari saat Jokowi berkunjung.
Jamiluddin menyatakan, "Hal itu mengindikasikan, kedigdayaan Jokowi saat ini memang sudah pudar. Jokowi bukan lagi sosok yang dikagumi. Trust terhadap Jokowi tampaknya sudah pudar." Ia menambahkan bahwa antusiasme yang rendah dari masyarakat menunjukkan bahwa Jokowi tidak lagi menjadi magnet politik yang mampu menarik perhatian rakyat.
Lebih lanjut, Jamiluddin menegaskan bahwa harapan Jokowi untuk membantu PSI meraih kursi di Senayan dan memperkuat posisi Gibran di dunia politik menjadi semakin sulit dengan sambutan yang tidak antusias dari warga Lampung. "Hal itu kiranya dapat menamatkan trah Jokowi dalam politik nasional," tuturnya.