Sunday, 16 August 2026
Finansial

Jadwal Cum Date Dividen dan Daftar Saham yang Dapat Diperoleh pada Juli 2026

Bursa Efek Indonesia telah mengumumkan jadwal cum date untuk dividen tunai tahun buku 2025 yang akan berlangsung pada 6 dan 7 Juli 2026. Investor perlu memiliki saham tertentu sebelum tanggal tersebut...

N
Naufal Akbar Abdila
05 July 2026 97 pembaca
ARSIP-Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
ARSIP-Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
suara.com Sumber: suara.com

Bursa Efek Indonesia telah menetapkan jadwal cum date untuk pembagian dividen tunai tahun buku 2025 yang akan berlangsung pada tanggal 6 hingga 7 Juli 2026. Para investor diharuskan memiliki saham dari emiten seperti INDF, ICBP, CTRA, dan lainnya sebelum tanggal cum date agar dapat menerima dividen. Pembelian saham pada tanggal ex date tidak akan memberikan hak atas dividen karena sudah melewati batas kepemilikan yang ditentukan.

Pada awal pekan ini, para pemburu dividen di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadapi momen penting. Menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jadwal cum date untuk pembagian dividen tunai tahun buku 2025 akan mencapai puncaknya pada periode 6 hingga 7 Juli 2026. Sejumlah emiten besar hingga menengah telah menjadwalkan hari terakhir kepemilikan saham yang berhak atas dividen pada dua hari tersebut. Beberapa emiten yang paling dinanti oleh investor di antaranya adalah Grup Indofood (INDF dan ICBP), Sampoerna Agro (SGRO), dan Ciputra Development (CTRA).

Daftar Emiten untuk Cum Date pada 6 Juli 2026

Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen dari perusahaan-perusahaan berikut, mereka harus membeli atau mempertahankan kepemilikan saham hingga penutupan perdagangan pada hari Senin, 6 Juli 2026. Semua emiten dalam daftar ini akan memasuki fase ex date pada hari Selasa, 7 Juli 2026.

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Dividen tunai sebesar Rp 290 per lembar saham.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Dividen tunai senilai Rp 265 per lembar saham.
  • PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO): Dividen tunai sebesar Rp 193 per lembar saham.
  • PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG): Dividen tunai sebesar Rp 80 per lembar saham.
  • PT FAP Agri Tbk (FAPA): Dividen tunai senilai Rp 70 per lembar saham.
  • PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS): Dividen tunai sebesar Rp 60 per lembar saham.
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA): Dividen tunai sebesar Rp 36 per lembar saham.
  • PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM): Dividen tunai senilai Rp 32 per lembar saham.
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): Dividen tunai sebesar Rp 6,5 per lembar saham.
  • PT Pratama Widya Tbk (PTPW): Dividen tunai sebesar Rp 5,69 per lembar saham.

Daftar Emiten untuk Cum Date pada 7 Juli 2026

Sementara itu, emiten berikut ini telah menetapkan batas akhir hak dividen (cum date) pada Selasa, 7 Juli 2026, dengan perdagangan tanpa hak dividen (ex date) yang akan dimulai pada Rabu, 8 Juli 2026.

  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Dividen tunai sebesar Rp 25 per lembar saham.
  • PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS): Dividen tunai sebesar Rp 6 per lembar saham.
  • PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS): Dividen tunai sebesar Rp 4 per lembar saham.
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Dividen tunai senilai Rp 1,5 per lembar saham.
  • PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO): Dividen tunai sebesar Rp 1,5 per lembar saham.
  • PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP): Dividen tunai sebesar Rp 1,43 per lembar saham.
  • PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA): Dividen tunai sebesar Rp 1 per lembar saham.
  • PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS): Dividen tunai sebesar Rp 0,35 per lembar saham.
  • PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL): Dividen tunai sebesar Rp 0,01 per lembar saham.

Redaksi mengingatkan kepada para investor, terutama yang berinvestasi jangka pendek, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena dividend trap, yaitu penurunan harga saham yang tajam pada saat ex date, terutama untuk saham-saham yang memberikan rasio imbal hasil yang tinggi.

// Artikel Terkait