Sunday, 16 August 2026
Finansial

Inovasi Teknologi Benih Tingkatkan Hasil Panen Jagung di Ponorogo

Peningkatan produktivitas jagung nasional yang mencapai lebih dari 11% pada awal 2026 menunjukkan keberhasilan teknologi benih hibrida di Ponorogo, yang menjadi salah satu pusat produksi utama.

A
Aulia Rahmawati
08 July 2026 87 pembaca
Ilustrasi. Peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi strategi yang jauh lebih efektif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Foto ist.
Ilustrasi. Peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi strategi yang jauh lebih efektif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Foto ist.
suara.com Sumber: suara.com

Pada awal tahun 2026, produktivitas jagung di Indonesia mengalami kenaikan signifikan lebih dari 11%. Ponorogo, yang terletak di Jawa Timur, tercatat sebagai sentra strategis dengan total produksi mencapai 284 ribu ton jagung. Peningkatan hasil panen ini banyak dipengaruhi oleh penerapan teknologi benih hibrida yang tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga memberikan keuntungan bagi para petani.

Upaya pemerintah dalam mencapai swasembada jagung tidak hanya berfokus pada perluasan lahan pertanian, tetapi juga pada peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Hal ini terlihat dalam acara panen raya jagung yang diselenggarakan oleh Bayer Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Acara ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan petani dapat menghasilkan praktik pertanian yang lebih modern dan meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.

Pentingnya Peningkatan Produktivitas

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa peningkatan produktivitas adalah kunci untuk mencapai target swasembada pangan nasional, terutama di tengah tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim. "Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam. Kita perlu meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta seperti Bayer menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendorong sentra produksi daerah menjadi penopang produksi jagung nasional," ungkapnya.

Data menunjukkan tren positif dalam produksi jagung. Pada Januari 2026, luas panen jagung pipilan nasional mencapai sekitar 0,24 juta hektare, meningkat 11,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 0,22 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, naik 11,09 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 1,25 juta ton. Ponorogo menjadi salah satu daerah strategis dalam mendukung swasembada jagung nasional, masuk dalam 10 besar penghasil jagung di Jawa Timur dengan luas panen mencapai 39.046 hektare pada tahun 2025.

Inovasi dalam Pertanian

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan. "Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di tengah tantangan yang terus berkembang, pemanfaatan inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pencapaian target swasembada jagung nasional," jelasnya.

Salah satu inovasi yang diterapkan dalam panen raya tersebut adalah penggunaan benih jagung hibrida Dekalb DK19C. Evaluasi teknis di Desa Pijeran menunjukkan bahwa varietas ini memiliki performa agronomi yang baik, dengan pertumbuhan tanaman yang seragam dan produktivitas yang lebih tinggi.

Aditia Rusmawan, yang menjabat sebagai Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, menyatakan bahwa inovasi pertanian perlu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani. Ia menjelaskan, "Bagi Bayer, inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui teknologi benih jagung hibrida Dekalb, kami ingin membantu petani meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang bernilai ekonomi lebih baik."

Dalam waktu dekat, Bayer berencana untuk memperkenalkan dua varietas baru, yaitu Dekalb DK19S dan DK09S, yang dirancang untuk memiliki perlindungan terhadap hama utama serta toleransi terhadap herbisida Roundup Ready 2.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan benih unggul juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani. Rendemen pipilan yang tinggi dan kadar air yang lebih rendah saat panen dapat mengurangi biaya pengeringan, sehingga margin keuntungan usaha tani menjadi lebih besar. Miswanto, seorang petani jagung dari Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, mengungkapkan bahwa ia merasakan manfaat langsung dari penggunaan benih tersebut. "Sejak menggunakan benih jagung Dekalb DK19C, pertumbuhan tanaman lebih seragam, tongkolnya lebih bagus, dan hasil panennya meningkat. Selain produksinya lebih tinggi, biaya juga lebih efisien karena kualitas panennya baik. Pendampingan budidaya dari Bayer juga membuat kami lebih percaya diri menerapkan teknologi baru di lahan," tuturnya.

// Artikel Terkait