Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, telah meluncurkan ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) untuk 80 penarik becak di Yogyakarta. Program ini dirancang untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melestarikan budaya lokal, serta menciptakan kawasan dengan emisi rendah di Malioboro secara berkelanjutan.
Becak Listrik Bekalista merupakan salah satu langkah yang diambil berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam peluncuran ini, Purbaya menekankan pentingnya pemberdayaan berbasis komunitas, di mana tradisi tidak menjadi penghalang kemajuan, melainkan menjadi panduan agar kemajuan tetap mempertahankan identitasnya. "Ini bukan sekadar mengganti becak lama dengan yang baru, tetapi menjaga ikon lama dengan memberikan energi baru," ujarnya.
Modernisasi Transportasi yang Berkelanjutan
Pembangunan ekosistem Bekalista dilakukan oleh Kementerian Keuangan dengan melibatkan mitra terkait, diharapkan dapat mendukung modernisasi transportasi becak kayuh tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang ada. Sebanyak 80 penarik becak yang terlibat telah melalui proses kurasi dan verifikasi yang ketat. Purbaya menjelaskan bahwa ekosistem ini dirancang secara menyeluruh, tidak hanya menyediakan unit transportasi baru, tetapi juga membangun sistem pendukung yang mandiri dan berkelanjutan.
"Pembangunan ekosistem Bekalista melibatkan 100 persen tenaga lokal dari Yogyakarta, terdiri atas para profesional di bidang teknik pabrikasi, perakitan, serta kelistrikan kendaraan listrik, hingga lingkungan sekolah kejuruan untuk memperkuat teaching factory," tambahnya.
Fasilitas Pendukung untuk Kelancaran Operasional
Untuk memastikan operasional yang lancar setelah penyerahan, ekosistem ini dilengkapi dengan fasilitas seperti satu unit bengkel bergerak untuk mengatasi gangguan teknis dan 12 stasiun pengisian daya yang ditempatkan di lokasi strategis. Selain itu, delapan unit baterai cadangan juga disediakan untuk membantu pengayuh Bekalista yang mengalami kendala teknis saat beroperasi.
Untuk meningkatkan layanan pemeliharaan bagi pengayuh becak, bengkel induk Bekalista akan dibangun di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan teaching factory dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Yogyakarta. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menyatakan bahwa implementasi ekosistem Bekalista diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada tiga dimensi utama: peningkatan kesejahteraan dan produktivitas ekonomi, perlindungan kesehatan serta martabat tenaga kerja, dan akselerasi pariwisata hijau.
“Bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal,” jelasnya. Untuk menjamin keberlangsungan program ini, Bekalista didukung oleh tiga pilar, yaitu penguatan tata kelola komunitas melalui Koperasi Mobilitas Nasional Indonesia, kemandirian pemeliharaan aset melalui peningkatan kapasitas mekanik lokal dan fasilitasi bengkel bergerak, serta integrasi teknologi informasi melalui transaksi digital dan pemanfaatan platform JogjaKita untuk memperluas pemasaran dan akses pelayanan.