jpnn.com, SERANG - Kedaulatan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Sarifah Ainun Jariyah, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Melalui program inovatif yang dinamakan Megatani, ia mendorong masyarakat untuk bercocok tanam dan beternak ikan dalam satu ember.
Teknik yang diterapkan dalam program ini adalah Budikdamber, singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember. Program ini dirancang sebagai solusi bagi warga yang tidak memiliki lahan yang luas. Sarifah tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan masyarakat secara gratis. Bantuan yang diberikan mencakup ember khusus yang telah dimodifikasi, benih ikan lele yang siap ditebar, serta benih sayuran seperti kangkung yang ditanam di bagian atas ember, ditambah dukungan nutrisi ikan untuk memaksimalkan hasil panen.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kecamatan Curug, Kota Serang, pada Rabu (29/4). Di hadapan warga yang antusias, Sarifah menjelaskan tujuan dari program ini. "Kami ingin memastikan setiap dapur warga tetap 'ngebul' dengan bahan pangan yang sehat dan bergizi. Lewat Megatani, warga bisa panen protein hewani dari ikan dan vitamin dari sayuran sekaligus dalam satu wadah," ujarnya.
Menurut Sarifah, langkah ini merupakan implementasi nyata dari arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang selalu menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan peran aktif perempuan dalam ekonomi keluarga. Program Megatani menjadi simbol bahwa perempuan yang berdaya mampu menjadi garda terdepan dalam mengelola sumber pangan sendiri. Dengan demikian, para ibu rumah tangga tidak hanya dapat menghemat pengeluaran, tetapi juga memiliki kontrol penuh atas kualitas gizi keluarga.
Sarifah menegaskan bahwa teknik Budikdamber dalam program Megatani adalah langkah awal dari gerakan yang lebih besar. Ia berharap program ini dapat direplikasi oleh banyak rumah tangga di berbagai daerah.