Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

Indonesia Siap Menghadapi El Nino, IDAI Ingatkan 4 Risiko Serius untuk Anak

Indonesia bersiap menghadapi fenomena El Nino yang dapat berdampak serius bagi anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap e...

D
Doni Setiawan
20 May 2026 18 pembaca
Indonesia Siap Menghadapi El Nino, IDAI Ingatkan 4 Risiko Serius untuk Anak
Cuaca panas dirasakan masyarakat Jakarta (Foto: Pradita Utama/detikFoto)

Jakarta - Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi akan terjadi pada musim kemarau tahun ini. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa anak-anak termasuk dalam kelompok yang paling rentan terhadap dampak dari El Nino. Menurut Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr Darmawan Budi Setyanto, SpA, Subsp Respi(K), hal ini disebabkan oleh sistem imun anak yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka lebih lemah dibandingkan orang dewasa.

"Makin besar anaknya, remaja ini tentu sudah mendekati dewasa, sehingga tidak terlalu terdampak. Tapi, makin muda usia, makin rentan," ungkap dr Darmawan dalam konferensi pers daring pada Selasa (19/5/2026).

Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Dr Darmawan menambahkan bahwa anak-anak yang lebih kecil memiliki laju napas dan metabolisme yang lebih tinggi, sehingga mereka menghirup lebih banyak udara dibandingkan dengan berat badan mereka, yang berpotensi membuat mereka terpapar lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga belum dapat mengatur suhu tubuh dengan efisien, sehingga mereka berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi dan heatstroke.

Beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai akibat El Nino antara lain:

1. Diare dan Penyakit Bawaan Air

Menurut dr Darmawan, kekeringan yang disebabkan oleh El Nino dapat mencemari sumber air, sehingga anak-anak berisiko terpapar bakteri seperti E.coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae. "Apalagi kalau El Nino yang kuat, super El Nino atau El Nino 'Godzila'. Mekanismenya mulai dari kekurangan, kekeringan sumber air, atau sumber air tercemar oleh berbagai kuman," jelasnya.

Dia melanjutkan, "Sanitasi kemudian memburuk saat air bersih langka, lalat berkembang biak di tempat sampah dan ini meningkatkan risiko terjadinya diare oleh karena berbagai kuman tadi."

2. Pneumonia

Pneumonia, yang merupakan peradangan pada kantung udara di paru-paru akibat infeksi, juga menjadi perhatian. "Kekeringan ini akan meningkatkan risiko pneumonia juga," kata dr Darmawan. Dia menekankan bahwa diare dan pneumonia dapat berkontribusi pada meningkatnya angka kematian pada anak-anak. "Fakta kuncinya adalah, anak-anak di bawah 5 tahun, paru-paru masih dalam fase tumbuh kembang. Lebih rentan terhadap kerusakan permanen," tambahnya.

3. Dehidrasi

Cuaca panas yang ekstrem dapat menyebabkan risiko dehidrasi pada anak, baik ringan, sedang, maupun berat. "Iya ini merupakan keadaan gawat darurat," tegas dr Darmawan.

4. Demam Berdarah dan Malaria

Penyakit yang ditularkan oleh vektor, seperti demam berdarah dan malaria, juga berpotensi meningkat. "Karena kelangkaan air, maka seperti kita tahu, mengenai nyamuk-nyamuk vektor pembawa penyakit ini, baik demam berdarah maupun malaria, itu untuk berkembang biak menyukai tempat yang terisolasi, yang bening," jelasnya.

Dengan berbagai risiko kesehatan ini, IDAI mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi anak-anak dari dampak El Nino.

// Artikel Terkait