Sunday, 16 August 2026
Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan Menguat, Kapitalisasi Pasar BEI Meningkat Signifikan

Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang positif dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan peningkatan kapitalisasi pasar selama sepekan terakhir.

A
Arga Pratama
12 July 2026 84 pembaca
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
suara.com Sumber: suara.com

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan sebesar 0,83 persen, mencapai level 5.924,3 selama periode perdagangan dari 6 hingga 10 Juli 2026. Kenaikan ini juga diiringi dengan peningkatan kapitalisasi pasar domestik yang bertambah Rp53 triliun, menjadi Rp10.340 triliun, didorong oleh meningkatnya frekuensi dan volume perdagangan saham harian.

Data menunjukkan bahwa IHSG berhasil mencatatkan apresiasi dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 5.875,7. Selain itu, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,51 persen. Aset kapitalisasi pasar bursa domestik yang sebelumnya bernilai Rp10.287 triliun kini meningkat menjadi Rp10.340 triliun.

Peningkatan Aktivitas Perdagangan Saham

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, mengungkapkan bahwa sebagian besar parameter perdagangan saham menunjukkan pertumbuhan sepanjang pekan kedua bulan Juli ini. Kenaikan yang paling mencolok terlihat pada frekuensi transaksi harian yang meningkat sebesar 29,69 persen, dengan rata-rata transaksi harian mencapai 1,87 juta kali, naik dari 1,44 juta kali pada pekan sebelumnya.

Aktivitas ini juga tercermin dalam volume perdagangan harian rata-rata yang meningkat 16,83 persen, dengan jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 20,49 miliar lembar, dibandingkan dengan 17,54 miliar lembar pada pekan sebelumnya. Namun, meskipun volume dan frekuensi perdagangan meningkat, nilai perputaran uang di bursa justru mengalami penurunan sebesar 8,88 persen, menjadi Rp10,27 triliun dari Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya.

Dinamika Modal Asing

Di sisi lain, pergerakan dana dari investor asing masih didominasi oleh aksi ambil untung. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, tercatat bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp421,7 miliar di pasar reguler. Aksi ini menambah total nilai jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di BEI sejak awal tahun hingga pekan kedua Juli 2026, yang telah mencapai Rp76,15 triliun.

Artikel ini disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi publik mengenai perkembangan data makro ekonomi pasar modal. Ulasan ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual-beli saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan risiko pembaca.

// Artikel Terkait