Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat sebesar 1,22% pada perdagangan sebelumnya, menarik perhatian para investor domestik. Namun, penguatan ini masih dibayangi oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing mencapai sekitar Rp318 miliar, terutama pada saham-saham unggulan.
Beberapa saham dari sektor perbankan dan komoditas, seperti BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI, menjadi fokus utama dalam pelepasan aset oleh investor luar negeri. Secara teknikal, IHSG berpotensi untuk mencoba menembus level resistansi di rentang 7.100 hingga 7.120. Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada, karena jika gagal menembus level tersebut, dapat memicu koreksi lebih lanjut, terutama dengan nilai tukar Rupiah yang mendekati Rp17.500 per dolar AS. Saat ini, IHSG memiliki level dukungan di kisaran 6.950 hingga 7.000.
Di sisi lain, Wall Street mencatatkan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan pada 5 Mei 2026, didorong oleh penurunan harga minyak mentah dan hasil laba emiten kuartal I yang melampaui ekspektasi. Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,81%, 1,03%, dan 0,73%. Penurunan harga minyak jenis WTI dan Brent juga turut mendukung reli ini.
Sementara itu, bursa Asia menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan Indeks Hang Seng dan ASX 200 mengalami penurunan akibat kekhawatiran terkait pasokan energi di tengah ketegangan di Timur Tengah. Namun, indeks Taiex dan Malay KLCI masih mampu bertahan di zona positif.
Dari perspektif geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai mereda. Gencatan senjata yang berlangsung memungkinkan kapal komersial AS untuk melintasi Selat Hormuz dengan lebih aman. Meskipun demikian, investor tetap memantau fluktuasi harga minyak yang masih berada di atas level psikologis US$100 per barel, serta pergerakan mata uang Yen Jepang yang dapat memicu spekulasi intervensi lebih lanjut dari otoritas moneter Jepang.
Dengan perkembangan ini, pelaku pasar diharapkan untuk tetap memperhatikan dinamika yang terjadi, baik di pasar domestik maupun global, untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih baik.