Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengesankan dengan kenaikan 1,00% atau 62,48 poin, berakhir di level 6.330,36 pada penutupan Sesi I hari Rabu, 12 Agustus 2026. Di Bursa Efek Indonesia, total nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,92 triliun selama paruh pertama perdagangan. Penguatan indeks ini didorong oleh sektor Infrastruktur, Energi, dan Barang Baku yang menunjukkan kinerja positif dari berbagai emiten.
Setelah bel perdagangan dibunyikan, IHSG langsung melesat ke zona hijau dengan pembukaan di level 6.277,76. Selama sesi ini, indeks sempat mencapai titik terendah di level 6.272,30 sebelum akhirnya merangkak naik hingga mencapai puncaknya di level 6.336,50. Indeks LQ45, yang mencerminkan saham-saham likuid, juga mengalami kenaikan sebesar 0,46% atau 2,91 poin, menutup sesi di level 628,70.
Aktivitas Perdagangan yang Dinamis
Perdagangan di pasar modal pada pertengahan pekan ini berlangsung dengan sangat aktif. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp7,56 triliun, sementara pasar non-reguler mencatatkan Rp362,79 miliar. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 19,43 miliar lembar. Pergerakan positif ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp17.859 per dolar AS. Selain itu, harga minyak mentah dunia jenis Brent tetap kuat di posisi US$89,50 per barel, memberikan sentimen positif bagi emiten-emiten yang bergerak di sektor komoditas pertambangan dan energi di Bursa Efek Indonesia.
Sektor-Sektor yang Mendominasi
Peningkatan IHSG pada Sesi I didorong oleh kinerja luar biasa dari tiga sektor utama. Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 4,01% ke level 1.840,15, dengan saham PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi pendorong utama setelah meroket 17,21% ke posisi Rp2.520. Selain itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mengalami kenaikan 7,85% ke level Rp3.570, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) menguat 7,05% ke Rp2.580.
Sektor Energi (IDXENER) berada di posisi kedua dengan kenaikan 1,98% ke level 3.089,89, didorong oleh lonjakan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik 5,29% ke level Rp995, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat 7,64% ke Rp775. Sektor Barang Baku (IDXBASIC) juga ikut berkontribusi dengan penguatan 1,33% ke posisi 1.759,03, didorong oleh saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melambung 4,67% ke Rp1.905.
Berdasarkan kontribusi terhadap pergerakan indeks, lima saham yang menjadi pendorong utama kenaikan IHSG adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang melesat 5,60% ke level Rp207.500, BREN, BRPT, ISAT, dan DSSA. Sebaliknya, saham-saham yang menekan laju IHSG dipimpin oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 1,15% ke Rp2.580.
Dari sisi nilai transaksi, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin dengan transaksi mencapai Rp775 per saham (+7,64%). Sementara itu, saham PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) mencatatkan frekuensi perdagangan tertinggi di level Rp129 (+2,38%).
Di sisi lain, saham PT Duta Pertiwi Tbk (DART) menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi dengan lonjakan 30,82% ke level Rp208, diikuti oleh PT Star Petrochem Tbk (STAR) yang melejit 24,40% ke Rp515. Di daftar saham yang mengalami penurunan, PT Hastromedia Nusantara Tbk (BAIK) mengalami penurunan terdalam hingga 15,00% ke harga Rp476.