Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,93 persen, berakhir di level 6.147,96 pada penutupan sesi pertama perdagangan yang berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026. Kenaikan ini didorong oleh sektor barang konsumen non-primer, barang baku, serta sektor keuangan yang menunjukkan performa positif. Pada sesi pertama, total transaksi tercatat mencapai Rp6,52 triliun dengan volume perdagangan mencapai 14,19 miliar lembar saham.
Sepanjang sesi pertama perdagangan, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 56,57 poin, yang berarti penguatan sebesar 0,93 persen. Pergerakan indeks selama paruh pertama hari ini cukup stabil, dengan rentang intraday berada di angka terendah 6.106,55 hingga tertinggi 6.168,57. Indeks LQ45 yang mencerminkan saham-saham blue chip juga mengalami kenaikan sebesar 1,35 persen, bertambah 8,17 poin menjadi 614,69.
Detail Transaksi dan Sektor yang Mendorong Kenaikan
Data perdagangan menunjukkan bahwa nilai total transaksi pada sesi pertama mencapai Rp6,52 triliun, yang terdiri dari Rp6,02 triliun di pasar reguler dan Rp496,06 miliar di pasar negosiasi. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 14,19 miliar lembar. Kenaikan IHSG terjadi di tengah tantangan makroekonomi, di mana nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah hingga mencapai Rp18.058. Selain itu, harga minyak mentah dunia untuk jenis Brent tercatat di angka US$90,76 per barel.
Sektor-sektor Utama yang Berkontribusi
Kinerja positif IHSG pada sesi siang ini didorong oleh penguatan di beberapa sektor utama, antara lain:
Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXNCYC) mengalami kenaikan sebesar 1,59 persen, dengan saham-saham seperti JPFA (+3,33%), ICBP (+1,80%), CPIN (+1,58%), GGRM (+3,81%), dan LSIP (+4,74%) menjadi pendorong utama. Sektor Barang Baku (IDXBASIC) juga menguat 1,18 persen, didukung oleh saham MDKA (+3,83%), INCO (+5,60%), INKP (+2,52%), AMMN (+1,52%), dan BRMS (+1,83%). Sementara itu, sektor Keuangan (IDXFIN) menguat 0,81 persen, dengan saham-saham perbankan besar seperti BBRI (+2,05%), BBNI (+2,02%), BMRI (+1,71%), BBCA (+1,59%), dan emiten multifinance BFIN (+5,33%) berkontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks.
Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi penggerak utama indeks, sedangkan beberapa saham lainnya justru menahan laju IHSG. Di antara saham yang menjadi pendorong utama (Leading Movers) adalah BBCA di level Rp6.375 (+1,59%), BBRI di level Rp2.980 (+2,05%), TLKM di level Rp2.640 (+3,13%), BMRI di level Rp4.160 (+1,71%), dan MDKA di level Rp2.710 (+3,83%).