Sunday, 17 May 2026
Finansial

--- IHSG Diprediksi Alami Technical Rebound di Tengah Rekor Wall Street ---

--- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan terbatas hari ini setelah mengalami penurunan signifikan pekan lalu, seiring dengan pencapaian rekor tertinggi di Wall Street. -...

P
Patrick Jonathan
04 May 2026 11 pembaca
---
IHSG Diprediksi Alami Technical Rebound di Tengah Rekor Wall Street

---
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
suara.com Sumber: suara.com
---TITLEEXCERPT--- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan terbatas hari ini setelah mengalami penurunan signifikan pekan lalu, seiring dengan pencapaian rekor tertinggi di Wall Street. ---CONTENT---

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami kenaikan terbatas pada hari ini setelah mengalami penurunan yang signifikan pekan lalu akibat aksi jual oleh investor asing. Bursa Wall Street mencatat rekor tertinggi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq, didorong oleh laporan kinerja perusahaan yang positif.


Pasar modal Indonesia melihat adanya peluang pemulihan pada perdagangan hari ini setelah mengalami tekanan sebelumnya. Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG berpotensi melakukan pergerakan naik terbatas atau technical rebound, meskipun sentimen global bervariasi. Pada penutupan pekan lalu, IHSG tercatat melemah sebesar 2,03%, dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai sekitar Rp1,65 triliun. Saham-saham blue chip dari sektor perbankan dan teknologi, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan GOTO, menjadi target utama aksi jual tersebut. Secara teknikal, IHSG hari ini berpeluang menguji level resisten di kisaran 7.000-7.050, namun investor diingatkan untuk tetap waspada karena indeks masih rentan terhadap koreksi selama belum mampu menembus dan bertahan di atas level 7.150.


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat menutup pekan dengan performa yang sangat baik. Indeks S&P 500 menguat 0,29% dan Nasdaq Composite melonjak 0,89%, keduanya mencetak rekor penutupan tertinggi. Kenaikan ini didorong oleh laporan pendapatan perusahaan yang solid serta penurunan harga minyak mentah. Saham teknologi besar seperti Apple naik 3,3% berkat prospek penjualan iPhone 17 dan MacBook Neo yang menjanjikan. Meskipun demikian, Dow Jones mengalami penurunan tipis sebesar 0,31% akibat tekanan dari sektor energi. Sejalan dengan optimisme di AS, bursa saham di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan pergerakan positif, dengan Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,38% dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,74%, memberikan sinyal positif bagi aliran modal di kawasan tersebut.


Ke depan, investor diharapkan dapat memantau pergerakan IHSG dan mempertimbangkan rekomendasi dari BNI Sekuritas mengenai saham-saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini dengan skema speculative buy.

// Artikel Terkait