Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

--- IDAI: Fokus pada Difteri dan Campak, Jangan Khawatir Berlebihan soal Hantavirus ---

--- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya tidak terlalu khawatir mengenai Hantavirus, sementara masalah difteri dan campak masih memerlukan perhatian serius. ---

H
Hanafi Syahputra
11 May 2026 7 pembaca
---
IDAI: Fokus pada Difteri dan Campak, Jangan Khawatir Berlebihan soal Hantavirus

---
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Professor25)
---TITLEEXCERPT--- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya tidak terlalu khawatir mengenai Hantavirus, sementara masalah difteri dan campak masih memerlukan perhatian serius. ---CONTENT---

Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak merasa cemas secara berlebihan terkait dengan penyebaran Hantavirus jenis Andes Virus yang terjadi di MV Hondius. Hingga saat ini, belum ada temuan Andes Virus yang dapat menular antar manusia di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga melaporkan adanya 23 kasus Hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, di mana jenis yang paling banyak ditemukan adalah Seoul Virus, tanpa adanya kasus Andes Virus.

Pentingnya Memperhatikan Masalah Kesehatan Lain

Prof Dr dr Dominicus Husada, SpA, SubspIPT, yang merupakan anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menegaskan bahwa masalah kesehatan lain seperti campak dan difteri masih harus menjadi fokus utama. Dalam konferensi pers IDAI yang diadakan pada Jumat (8/5/2026), dr Dominicus menyatakan, "Karena yang membuat saya prihatin, saat ini rumah kita ini sedang terbakar, kasus-kasus infeksi di Indonesia ini begitu banyaknya dan kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasinya."

Ia juga menyoroti bahwa penyakit seperti campak dan difteri yang memiliki dampak luas masih belum ditangani dengan baik, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Oleh karena itu, dr Dominicus menilai bahwa masyarakat dan pemerintah tidak perlu khawatir berlebihan mengenai Hantavirus. Ia berpendapat bahwa dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, infeksi Hantavirus dapat dicegah. "Saya sebagai orang infeksi akan mengatakan bahwa kita tidak perlu takut juga dan kita tidak perlu mengeluarkan begitu banyak sumber daya terhadap sesuatu yang risikonya bagi kita itu sebetulnya tidak sangat besar," ujarnya.

Lebih lanjut, dr Dominicus menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu dan keluarga. "Kita lebih baik menyiagakan orang per orang, keluarga per keluarga. Seperti tadi misalnya, kuncinya perilaku hidup bersih sehat, itu kan tiap orang bisa dan itu murah. Itu sudah sangat efektif untuk menjaga dan negara tidak perlu mengeluarkan biaya," tutupnya.

// Artikel Terkait