Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

Ibas Dukung Realisasi Rumah Layak untuk Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, menegaskan pentingnya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.

A
Arga Pratama
07 July 2026 86 pembaca
Ibas Dorong Terwujudnya Rumah Layak Huni untuk Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera
Ibas Dorong Terwujudnya Rumah Layak Huni untuk Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera
jpnn.com Sumber: jpnn.com

PACITAN - Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, selaku Wakil Ketua MPR, menegaskan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat. Ibas menyatakan bahwa rumah yang layak tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai fondasi untuk menciptakan keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat meninjau pelaksanaan Program BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu (4/7). Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan sosialisasi mengenai Empat Pilar MPR RI dengan tema 'Satu Rasa Satu Bangsa: Rumah Layak, Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera'. Ibas menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat BSPS, Ibu Susi, dan melihat langsung perubahan kondisi rumah yang kini lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.

Perubahan yang Signifikan

"Alhamdulillah sekarang rumahnya jauh lebih layak, lebih nyaman, dan tentunya dapat menunjang aktivitas keluarga agar semakin produktif," ungkap Ibas. Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan Program BSPS yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat selama bertahun-tahun.

Ibas menyatakan, "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga keberlanjutan Program BSPS. Program ini telah berjalan sejak era Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan alhamdulillah hingga hari ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya." Ia menekankan bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap keluarga, sehingga menyediakan hunian yang aman dan layak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat kesejahteraan keluarga.

Aspirasi untuk Perbaikan Rumah

Ibas mengungkapkan bahwa masih banyak rumah di desa-desa yang memerlukan perbaikan, dan ia berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi tersebut agar lebih banyak warga dapat menikmati manfaat dari Program BSPS. "Rumah adalah tempat kita berteduh dan membangun kehidupan keluarga. Saya mendengar masih banyak rumah masyarakat yang membutuhkan perbaikan. Insyaallah setiap aspirasi yang kami terima akan terus kami perjuangkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak," katanya.

Ibas juga menekankan bahwa pembangunan rumah layak tidak hanya sekedar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun ketenteraman keluarga sebagai dasar kehidupan berbangsa. Ia mengutip petuah Jawa yang menyatakan, "Rukun ing omah, tentrem ing urip"—rukun di rumah, tenteram dalam hidup, dan "Kulawarga ayem, negara tentrem"—keluarga yang tenang, negara pun tenteram. "Karena itu, menghadirkan rumah yang layak berarti ikut membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang kuat, dan bangsa yang semakin maju," tuturnya.

Ibas menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding yang rapuh, atau lantai yang belum layak. "Kami ingin masyarakat hidup semakin layak. Tidak boleh lagi ada rumah dengan atap bocor, dinding yang masih rapuh, atau lantainya masih tanah. Mari kita bersama-sama menghadirkan rumah yang benar-benar layak untuk masyarakat," tegasnya.

Menurut Ibas, meskipun nilai bantuan BSPS tidak selalu besar, namun manfaatnya sangat berarti bagi keluarga penerima. Keberhasilan program ini juga didukung oleh semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan rumah warga.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Camat Punung Pudji Haryono, Kepala Desa Mendolo Kidul Suyono, serta anggota DPRD Kabupaten Pacitan dan tokoh masyarakat setempat yang mengikuti sosialisasi dan dialog bersama Ibas.

// Artikel Terkait