Sunday, 16 August 2026
Finansial

--- Hutama Karya Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500 2026, Perkuat Posisi sebagai BUMN Konstruksi Terdepan ---

--- PT Hutama Karya (Persero) berhasil menempati posisi ke-206 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026, menegaskan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi terkemuka di Indonesia. ---

P
Patrick Jonathan
20 June 2026 46 pembaca
Salah satu infrastuktur yang buat oleh Hutama Karya. (Dok: Hutama Karya)
Salah satu infrastuktur yang buat oleh Hutama Karya. (Dok: Hutama Karya)
suara.com Sumber: suara.com
---TITLEEXCERPT--- PT Hutama Karya (Persero) berhasil menempati posisi ke-206 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026, menegaskan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi terkemuka di Indonesia. ---CONTENT---

PT Hutama Karya (Persero) telah menegaskan keberadaannya sebagai salah satu perusahaan korporasi terkuat di kawasan dengan meraih peringkat ke-206 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 untuk tahun 2026. Di tingkat nasional, perusahaan ini menempati peringkat ke-16 di antara seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan peringkat ke-40 di antara semua perusahaan Indonesia dari berbagai sektor, menjadikannya sebagai satu-satunya BUMN infrastruktur yang secara konsisten hadir dalam pemeringkatan bergengsi ini selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Fortune bekerja sama dengan Danantara Indonesia, yang mempertemukan sekitar 40 hingga 50 CEO dan CXO dari perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia. Penghargaan diberikan secara langsung di atas panggung oleh Khoon Fong Ang, Asia CEO Fortune, bersama dengan Mohamad Al-Arief, Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat di ekonomi Asia Tenggara, di mana 109 perusahaan Indonesia bersaing untuk masuk dalam daftar 500 korporasi terbesar, daya tahan Hutama Karya terlihat jelas pada sektor yang menjadi kekuatannya.

Kualitas dan Kinerja Keuangan yang Mengesankan

Keunggulan Hutama Karya dibandingkan dengan mayoritas perusahaan konstruksi dan infrastruktur lainnya di kawasan ini mencerminkan skala operasional, kualitas portofolio, serta disiplin dalam pelaksanaan proyek. Meskipun berada di peringkat ke-206 berdasarkan pendapatan, perusahaan ini menunjukkan performa yang lebih baik pada metrik kualitas, dengan peringkat ke-167 berdasarkan laba dan ke-114 berdasarkan total aset di antara 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Hal ini menegaskan profitabilitas serta kekuatan neraca keuangan yang solid.

Fundamental keuangan perusahaan menunjukkan penguatan yang signifikan. Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun (setara dengan US$1.527,3 juta), yang menjadi dasar utama pemeringkatan Fortune. Laba bersih perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,9% menjadi Rp 3,08 triliun (US$200 juta), dengan total aset mencapai Rp 189,09 triliun (US$11.343,6 juta). Pertumbuhan laba ini mencerminkan peningkatan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional, dengan margin laba bersih yang meningkat ke kisaran 12 persen, menunjukkan struktur permodalan yang semakin sehat dan kapasitas yang lebih besar untuk mendanai proyek strategis jangka panjang.

Komitmen Terhadap Transformasi dan Konektivitas Nasional

“Yang membanggakan bagi kami bukan sekadar masuk daftar, melainkan kualitas pencapaiannya. Di tengah normalisasi pendapatan, laba kami justru tumbuh dan peringkat kami berdasarkan laba maupun aset berada lebih tinggi — bukti bahwa pertumbuhan Hutama Karya berkualitas dan ditopang neraca yang kuat. Capaian ini lahir dari disiplin pengelolaan keuangan, manajemen risiko yang terukur, dan optimalisasi portofolio investasi yang kami jalankan secara konsisten,” ungkap Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto.

Kepemimpinan Hutama Karya dalam sektor konstruksi didukung oleh rekam jejak proyek strategis nasional yang nyata. Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini membentang sekitar 1.042 km terus diperluas, sementara perusahaan juga menyelesaikan sejumlah proyek penting di Ibu Kota Nusantara, bendungan, serta sistem penyediaan air minum. Perluasan portofolio melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk Jalan Trans Papua, semakin menguatkan peran Hutama Karya dalam mendukung konektivitas nasional.

“Konsistensi tiga tahun di Fortune Southeast Asia 500 membuktikan bahwa transformasi Hutama Karya bersifat struktural, bukan musiman. Kami berkomitmen menjaga standar ini dan menerjemahkannya menjadi nilai berkelanjutan bagi negara,” tambah Eka. Dengan kepemilikan 100 persen oleh Pemerintah Republik Indonesia dan kini berada dalam ekosistem Danantara, Hutama Karya menempatkan dirinya pada posisi strategis untuk mendukung agenda transformasi ekonomi nasional, termasuk pengembangan infrastruktur hijau, industrialisasi hilir, dan penguatan konektivitas ASEAN, sejalan dengan visinya sebagai Pengembang Infrastruktur dan Konstruksi Berkelanjutan terdepan.

// Artikel Terkait