Wednesday, 10 June 2026
Politik & Hukum

--- Hasto Mengingatkan Ajaran Bung Karno di Hadapan 1.500 Buruh ---

--- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya gotong royong dan persatuan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan di Indonesia pada Peringatan Hari Buruh Internasio...

D
Dewi Kartika Lestari
04 May 2026 20 pembaca
---
Hasto Mengingatkan Ajaran Bung Karno di Hadapan 1.500 Buruh

---
Hasto Kenang Ajaran Bung Karno di Depan 1.500 Buruh
jpnn.com Sumber: jpnn.com
---TITLEEXCERPT--- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya gotong royong dan persatuan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan di Indonesia pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026. ---CONTENT---

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya semangat gotong royong dan persatuan buruh dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan serta keadilan sosial di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP yang bertema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari”, yang berlangsung di GOR Otista, Jakarta Timur, pada Minggu (3/5).


Hasto menyatakan bahwa kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan utama dalam mendorong perubahan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Ia menekankan, “Dengan gotong royong dalam ide, gotong royong dalam pergerakan, dan gotong royong bersama dengan persatuan buruh, kita bisa mengubah Indonesia Raya kita.” Selain itu, ia mengingatkan kembali ajaran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menekankan perjuangan kemerdekaan sebagai usaha untuk membebaskan rakyat yang tertindas, termasuk buruh, petani, nelayan, dan kaum miskin. Menurut Hasto, semangat ini harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa saat ini, terutama untuk memastikan buruh mendapatkan hak-haknya, seperti kebebasan berserikat, perlindungan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.


“Karena itulah hari ini kita bersama-sama membangun komitmen kita, bahwa yang namanya kemerdekaan bagi buruh untuk berserikat, untuk mendapatkan perlindungan, untuk mendapatkan kesejahteraannya sebagai upaya meningkatkan peradaban Indonesia harus kita perjuangkan bersama-sama,” ungkap Hasto. Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Hasto bahkan menyinggung gejala deindustrialisasi yang dapat berdampak pada kondisi ketenagakerjaan.


Walaupun demikian, Hasto menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan kondisi yang ada, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas hidup pekerja Indonesia. Ia memberikan contoh negara-negara yang merdeka bersamaan dengan Indonesia, seperti Korea Selatan, yang kini berhasil membangun kekuatan industri dan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya. Oleh karena itu, Hasto mengajak seluruh elemen buruh untuk terus memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.


“Karena itulah hari ini mengingatkan bahwa kita harus bersatu, kita harus bergotong royong, kita harus menyingsingkan lengan baju kita agar perlindungan dan peningkatan kesejahteraan buruh kita perjuangkan bersama-sama,” jelas Hasto. Setelah menyampaikan pesan tersebut, Hasto bersama jajaran DPP PDIP, termasuk Mercy Chriesty Barends, Charles Honoris, Ribka Tjiptaning, dan Rano Karno, menyerahkan cinderamata kepada perwakilan buruh. Suasana acara dipenuhi dengan soliditas, dan penyerahan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 1.500 buruh informal dan kader partai yang hadir.

// Artikel Terkait