Jakarta - Umur panjang seseorang tidak hanya ditentukan oleh pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang terdapat dalam golongan darah. Beberapa studi medis terbaru mengungkapkan hubungan menarik antara golongan darah dan daya tahan tubuh terhadap penyakit kronis. Dalam buku 'The Answer is in Your Bloodtype' yang ditulis oleh Dr. Steven M. Weissberg dan Joseph Christiano, ditemukan perbedaan signifikan dalam angka harapan hidup berdasarkan golongan darah.
Dalam analisis ini, golongan darah O menempati posisi teratas dengan prediksi umur rata-rata mencapai 87 tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan golongan darah B yang rata-rata hidup 77 tahun, golongan darah AB yang 70 tahun, dan golongan darah A yang berada di urutan terakhir dengan rata-rata 62 tahun.
Alasan di Balik Umur Panjang Golongan Darah O
Menurut laporan dari The Standard HK, para peneliti telah mengidentifikasi dua alasan utama yang menjelaskan mengapa golongan darah O diperkirakan memiliki umur yang lebih panjang. Pertama, golongan darah O memiliki sistem antibodi alami yang lebih 'agresif' dalam melawan virus. Golongan darah ini tidak memiliki antigen A dan B di permukaan sel darah merah, tetapi mengandung antibodi "anti-A" dan "anti-B" yang sangat kaya. Ketika virus atau agen infeksius menyerang, antibodi ini dapat mendeteksi dan menetralisir ancaman lebih cepat, sebelum virus dapat merusak sel-sel tubuh.
Risiko Penyakit yang Lebih Rendah
Kedua, golongan darah O memiliki risiko penggumpalan darah yang jauh lebih rendah. Golongan darah A cenderung memiliki darah yang lebih kental, yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Sebaliknya, individu dengan golongan darah O memiliki mekanisme pembekuan darah yang lebih seimbang dan efisien, sehingga mereka memiliki risiko lebih rendah terhadap serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Hal ini juga membuat sistem kekebalan tubuh mereka lebih optimal, terutama saat terjadi epidemi besar.
Beberapa penelitian internasional mendukung temuan ini. Riset yang diterbitkan dalam NEJM pada Juni 2020 menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki perlindungan klinis yang lebih kuat dibandingkan golongan darah lainnya di populasi Italia dan Spanyol. Selain itu, studi dari Denmark yang berjudul 'Blood Advances' menganalisis data dari 473 ribu orang dan menemukan bahwa hanya 38,4 persen dari mereka yang memiliki golongan darah O, dibandingkan dengan 44,4 persen untuk golongan darah A.
Data dari rawat inap di Kanada juga menunjukkan bahwa pasien dengan golongan darah O lebih jarang memerlukan ventilator saat mengalami infeksi parah, dengan angka 61 persen dibandingkan 84 persen untuk pasien golongan darah A dan AB. Menariknya, masa rawat inap pasien golongan darah O juga lebih singkat, rata-rata hanya 9 hari sebelum diperbolehkan pulang.