Dewan Etik DPP Partai Golkar telah mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi etik kepada tiga kader dari DPD Partai Golkar Sumatera Selatan. Ketiga kader tersebut adalah Deni Hegar, Muhammad Akbar, dan Ahlan Wilmana. Mereka dianggap melanggar kode etik partai karena memposting narasi, video, dan gambar yang berkaitan dengan masalah internal Partai Golkar di platform media sosial.
Pelanggaran Kode Etik Partai
Ketua Dewan Etik Partai Golkar, Prof. Mohammad Hatta, menyatakan bahwa unggahan yang dilakukan oleh ketiga kader tersebut telah mencemarkan nama baik Dewan Etik serta Partai Golkar itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menurunkan harkat dan martabat partai serta dapat menciptakan persepsi negatif di masyarakat. "Kader partai berkewajiban menjaga marwah, harkat, dan martabat Partai Golkar," ungkapnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Dewan Etik DPP Partai Golkar, pada hari Sabtu (27/6).
Mohammad Hatta menekankan bahwa masalah internal partai seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Peraturan Disiplin Organisasi dan Kode Etik Partai Golkar. "Penyampaian persoalan internal ke ruang publik merupakan hal yang dilarang. Setiap persoalan internal telah memiliki mekanisme penyelesaian sesuai aturan partai," jelasnya.
Proses Sidang Etik dan Keputusan
Sidang etik untuk Deni Hegar dilaksanakan pada 2 Juni 2026, sedangkan sidang untuk Muhammad Akbar dan Ahlan Wilmana berlangsung pada 22 Juni, serta 24 hingga 26 Juni 2026, yang agendanya adalah pembacaan putusan. Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Etik Mohammad Hatta bersama dengan jajaran hakim etik Partai Golkar. Dalam putusannya, Dewan Etik menyatakan bahwa ketiga kader tersebut terbukti melanggar kode etik partai dan prinsip-prinsip Partai Golkar, yaitu Prestasi, Disiplin, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PD2LT).
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut, ketiga kader dikenakan sanksi etik dan diingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang. Dewan Etik juga memperingatkan bahwa pelanggaran yang sama di kemudian hari dapat mengakibatkan sanksi yang lebih berat. Mohammad Hatta mengimbau seluruh kader Partai Golkar di seluruh Indonesia untuk menjaga nama baik organisasi dan menghormati mekanisme penyelesaian masalah internal.
Dia juga mengajak semua kader untuk fokus dalam memperkuat partai menjelang agenda politik 2029. "Menjelang pesta demokrasi 2029, seluruh kader diharapkan fokus membesarkan Partai Golkar dan memenangkan partai agar dapat terus meningkatkan pengabdian kepada rakyat Indonesia serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa," tambahnya.