Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, menyampaikan penghormatan terhadap upaya pengawasan publik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terpercaya, masukan dari masyarakat, serta inisiatif yang diambil oleh para pemuda terkait pembentukan Kabinet Bayangan. Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta pada Rabu (29/7/2026), Gibran juga mengapresiasi setiap hasil survei, kajian, dan analisis yang disampaikan oleh lembaga-lembaga yang memiliki kredibilitas.
“Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan,” ungkap Gibran. Ia menekankan bahwa dalam sebuah negara demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, memberikan kritik, dan berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Semua ini merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Pentingnya Pengawasan Publik
Gibran menambahkan, “Karena itu, selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan.” Ia menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah untuk bekerja lebih baik, mendengarkan lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meningkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan
Wakil Presiden juga menyoroti bahwa dengan semangat tersebut, kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi di Indonesia akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terjaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas. Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil mengumumkan pembentukan Kabinet Bayangan untuk mengawasi kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Koalisi masyarakat tersebut mengumumkan inisiatif Kabinet Bayangan pada 17 Juli 2026, yang terdiri dari 15 individu yang berasal dari kalangan akademisi, aktivis, hingga peneliti. Masing-masing tokoh dalam kabinet tersebut memiliki fokus pada sektor tertentu yang sejalan dengan Kabinet Merah Putih.