Saturday, 15 August 2026
Kesehatan

Gejala Radang Usus Buntu yang Viral Setelah Selebgram Berobat ke Penang

Selebgram Fahira Almira menarik perhatian publik setelah membandingkan layanan medis di Indonesia dengan Penang, Malaysia, terkait dugaan radang usus buntu. Dokter menjelaskan tentang kondisi ini dan...

D
Dimas Adhyaksa Putra
12 August 2026 44 pembaca
Ilustrasi radang usus buntu (Foto: Getty Images/sirawit99)
Ilustrasi radang usus buntu (Foto: Getty Images/sirawit99)

Selebgram Fahira Almira baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah ia membandingkan diagnosis dan layanan yang diterimanya terkait dugaan penyakit usus buntu antara dokter di Indonesia dan tenaga medis di Penang, Malaysia. Di tengah isu dugaan kampanye negatif dan endorse rumah sakit di Penang, penting untuk memahami apa itu usus buntu dan gejala-gejala yang menyertainya.

Radang usus buntu, yang dikenal dalam istilah medis sebagai apendisitis, merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis atau usus buntu. Menurut dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH FINASIM, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Mayapada Hospital, diagnosis untuk radang usus buntu dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa kriteria, seperti skor klinis dari World Society of Emergency Surgery (WSES), Appendicitis Inflammatory Response (AIR), dan Adult Appendicitis Score (AAS).

Gejala Radang Usus Buntu

Dr. Aru menjelaskan bahwa secara umum, gejala klinis yang dapat muncul berdasarkan anamnesis adalah nyeri perut yang dimulai dari ulu hati dan kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut dalam waktu 24 jam. Gejala ini sering kali disertai dengan mual dan kembung. "Kadang disertai mual kembung," ungkap dr. Aru saat dihubungi.

Ketika pasien mulai merasakan gejala tersebut, dr. Aru menambahkan bahwa akan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memastikan apakah itu merupakan radang usus buntu atau tidak. "Dari pemeriksaan fisik ditemukan nyeri lokal kuadran kanan bawah perut disertai nyeri dan lepas serta adanya defans muskular," jelasnya.

Pemeriksaan Lanjutan

Selain itu, dr. Aru menyebutkan bahwa pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan USG atau pencitraan radiologi seperti CT-Scan kontras. "Biasanya didapatkan gambaran usus buntu mengalami penebalan diameter melebihi 6 mm dan dinding usus buntu menebal lebih dari 3 mm," tambahnya.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai radang usus buntu dan gejalanya, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan cepat mendapatkan penanganan yang tepat jika mengalami gejala yang mencurigakan.

// Artikel Terkait