Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

--- Faktor-Faktor yang Membuat Seseorang Terlihat Sehat Namun Rentan Terhadap Serangan Jantung ---

--- Serangan jantung dapat menimpa siapa saja, bahkan mereka yang tampak sehat. Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. ---

D
Dewi Kartika Lestari
17 July 2026 72 pembaca
Foto: Getty Images/Chinnapong
Foto: Getty Images/Chinnapong
---TITLEEXCERPT--- Serangan jantung dapat menimpa siapa saja, bahkan mereka yang tampak sehat. Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. ---CONTENT---

Serangan jantung dapat menyerang siapa saja, termasuk individu yang terlihat sehat dan bugar. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, menyebabkan jantung kekurangan oksigen. Jika tidak ditangani dengan cepat, serangan jantung bisa berakibat fatal.

Dokter bedah kardiovaskular, dr Jeremy London, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung. Penjelasannya berkaitan dengan serangan jantung yang disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol. "Serangan jantung yang saya bahas ini berkaitan dengan penyumbatan akibat kolesterol," ungkap dr London dalam video di kanal YouTube-nya.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang harus diperhatikan menurut dr London:

  1. Kolesterol tinggi
    Kolesterol tinggi merupakan salah satu penyebab utama pembentukan plak di pembuluh darah. Penumpukan plak ini dapat menyempitkan arteri, sehingga aliran darah ke jantung terganggu dan memicu serangan jantung. Oleh karena itu, menjaga kadar kolesterol dalam batas normal sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
  2. Merokok
    dr London juga menyoroti kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor risiko utama. Ia mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 90 persen kasus serangan jantung dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Menurut British Heart Foundation (BHF), zat kimia dalam rokok dapat membuat dinding pembuluh darah lengket, sehingga lemak lebih mudah menempel. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung.
  3. Stres
    Meskipun stres bukanlah penyebab langsung serangan jantung, kondisi ini sering kali memicu kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada kesehatan, seperti merokok, makan berlebihan, atau mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
  4. Gangguan metabolik
    dr London menyebut adanya 'metabolic cluster' atau kumpulan gangguan metabolik yang mencakup diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas abdominal. Ketiga kondisi ini diketahui dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.
  5. Lingkar pinggang berlebih
    Ukuran lingkar pinggang juga merupakan indikator penting. Menurut dr London, rasio lingkar pinggang sebaiknya kurang dari 0,5 atau setengah dari tinggi badan. "Jika makan sehat, rutin berolahraga, mampu mengelola stres, tidak merokok, dan menjaga rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan di bawah 0,5, maka risiko tersebut bisa dikurangi," ujarnya.
  6. Kurang tidur
    Selain pola makan dan kurangnya aktivitas fisik, kualitas tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung. British Heart Foundation menyebut tidur sebagai salah satu pilar kesehatan jantung yang sering diabaikan. Orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami fibrilasi atrium, tekanan darah tinggi pada malam hari, hingga sindrom kardiometabolik yang berhubungan dengan penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Tidur lebih dari sembilan jam setiap malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom kardiometabolik, pengerasan pembuluh darah, stroke, hingga kematian akibat penyakit jantung. Kurang tidur secara terus-menerus dapat memicu respons berlebihan pada sistem imun yang merusak lapisan dalam pembuluh darah.
  7. Konsumsi alkohol berlebihan
    Minum alkohol secara berlebihan juga meningkatkan risiko serangan jantung. Kebiasaan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit pada jantung serta sistem sirkulasi.

Langkah-Langkah untuk Mengurangi Risiko Serangan Jantung

Meskipun tidak semua kasus serangan jantung dapat dicegah, perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan risikonya. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:

  • Berhenti merokok.
  • Menjaga kadar kolesterol tetap normal.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas.

Serangan jantung biasanya ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, serta kulit yang tampak pucat, kebiruan, atau keabu-abuan. Jika mengalami gejala yang mengarah ke serangan jantung, segera cari pertolongan medis darurat agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

// Artikel Terkait