Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Fakta dan Mitos Seputar Susu Kental Manis yang Perlu Diketahui

Susu kental manis (SKM) sering digunakan dalam berbagai hidangan, namun banyak mitos yang beredar tentang produk ini. Penting untuk memahami fakta-fakta yang sebenarnya agar tidak salah kaprah dalam m...

A
Adib Ahmad Rizaldi
31 July 2026 60 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ninikas)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ninikas)

Jakarta - Susu kental manis (SKM) telah menjadi bagian dari berbagai hidangan, mulai dari roti bakar hingga aneka makanan penutup. Meskipun sudah umum dikonsumsi, masih banyak informasi yang beredar mengenai SKM yang tidak sepenuhnya akurat. Banyak orang yang hanya memperhatikan nama atau kemasan produk tanpa memahami informasi yang terdapat pada label.

Untuk menghindari kesalahpahaman, berikut adalah beberapa mitos yang sering dipercaya tentang susu kental manis.

Susu Kental Manis Bukan Termasuk Produk Susu

Masih ada anggapan bahwa susu kental manis tidak dapat dikategorikan sebagai produk susu. Namun, karakteristik susu kental manis telah diatur dalam regulasi di Indonesia. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk dalam kategori produk susu dengan kadar lemak minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini sejalan dengan standar internasional Codex Alimentarius untuk susu kental manis.

Definisi serupa juga terdapat dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 mengenai Kategori Pangan, yang menyatakan bahwa susu kental manis adalah produk susu yang dihasilkan melalui pengurangan sebagian kandungan air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Dengan demikian, susu kental manis tetap merupakan produk berbahan dasar susu, meskipun ada perbedaan dalam proses pengolahan dan tujuan penggunaannya.

Setiap Jenis Susu Memiliki Karakteristik Berbeda

Banyak orang beranggapan bahwa semua jenis susu memiliki fungsi yang sama. Namun, setiap jenis susu diolah dengan cara yang berbeda, sehingga kandungan gizi dan cara konsumsinya juga bervariasi. Contohnya, susu cair, susu bubuk, dan susu kental manis, meskipun semuanya berasal dari susu, memiliki kategori dan karakteristik yang berbeda.

Susu cair biasanya dikonsumsi sebagai minuman, susu bubuk perlu diseduh sesuai petunjuk, sementara susu kental manis memiliki tekstur lebih kental dan umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk tidak hanya melihat nama atau gambar pada kemasan, tetapi juga memahami klasifikasi produk sebelum membelinya. Informasi ini dapat ditemukan di bagian depan kemasan, pada Label Informasi Nilai Gizi, serta daftar komposisi.

Susu Kental Manis Tidak Hanya Berisi Gula

Masih banyak yang percaya bahwa susu kental manis hanya mengandung gula tanpa zat gizi lainnya. Namun, anggapan ini tidak benar. Sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016, susu kental manis dibuat dari susu yang sebagian kandungan airnya diuapkan dan kemudian ditambahkan gula, sehingga tetap mengandung komponen alami dari susu seperti protein dan lemak.

Banyak produk susu kental manis juga diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral sesuai formulasi masing-masing produsen. Umumnya, susu kental manis dapat mengandung vitamin A, D, B kompleks, kalsium, fosfor, dan seng, yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, susu kental manis bukan satu-satunya sumber vitamin dan mineral, sehingga kebutuhan gizi harian tetap harus dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.

Semua Produk Susu Kental Manis Harus Dihindari?

Ada anggapan bahwa semua produk susu kental manis sebaiknya dihindari karena dianggap tidak sehat. Namun, tidak ada satu jenis makanan pun yang secara otomatis membuat pola makan menjadi tidak sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, frekuensi, serta keseluruhan pola makan setiap hari.

Susu kental manis dapat dikonsumsi sesuai takaran saji dan petunjuk penyajian pada kemasan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Setiap produk juga memiliki kandungan gizi yang berbeda, sehingga membaca daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi menjadi langkah penting dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Pentingnya Memahami Label Kemasan

Di tengah banyaknya informasi yang beredar, membaca label kemasan adalah cara paling mudah untuk memahami kandungan suatu produk. Informasi Nilai Gizi membantu konsumen mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serta persentase AKG dalam setiap sajian. Daftar komposisi juga memberikan gambaran mengenai bahan baku yang digunakan.

Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat memilih produk susu kental manis dengan lebih bijak sesuai kebutuhan dan menjadikannya sebagai bagian dari pola makan yang bergizi seimbang.

// Artikel Terkait