Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

Enam Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal

Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah darah dan menjaga keseimbangan cairan, namun kebiasaan sehari-hari yang sepele dapat menyebabkan kerusakan. Berikut adalah enam kebiasaan yang perlu dihi...

I
Intan Permatasari
26 June 2026 9 pembaca
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong

Ginjal adalah organ yang sangat penting, berfungsi untuk menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur tekanan darah. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan kesehatan ginjal hingga gejalanya menjadi parah. Data global menunjukkan bahwa hampir 10 persen populasi dunia menderita penyakit ginjal kronis yang berkembang secara perlahan. Selain diabetes dan hipertensi, ternyata kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele juga dapat merusak fungsi ginjal. Dr. Shalabh Agrawal, seorang ahli Urologi dan Andrologi dari Delhi, India, mengingatkan bahwa "pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak signifikan pada kesehatan ginjal jangka panjang."

Kebiasaan yang Harus Dihindari

Berdasarkan informasi dari laman Health Shot, berikut adalah enam kebiasaan yang sebaiknya dihentikan untuk mengurangi risiko kerusakan ginjal:

1. Konsumsi Garam Berlebihan

Makan terlalu banyak garam dapat menjadi beban bagi ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi garam tidak melebihi 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Sayangnya, banyak orang yang melanggar batas ini karena sering mengonsumsi makanan olahan atau makan di luar. Dr. Agrawal menjelaskan, "Saat makan terlalu banyak natrium, tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkannya. Ini memicu tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah halus penyaring limbah di dalam ginjal."

2. Penggunaan Obat Pereda Nyeri Secara Berlebihan

Bagi mereka yang sering mengalami sakit kepala, nyeri sendi, atau pegal otot, penggunaan obat pereda nyeri, terutama yang termasuk dalam golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen atau diklofenak, bisa menjadi kebiasaan. Obat-obatan ini dapat menghambat zat prostaglandin yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal. Jika aliran darah berkurang drastis, risiko cedera ginjal akut dapat meningkat.

3. Kurangnya Asupan Air Putih

Kekurangan cairan dapat menyebabkan urine menjadi lebih pekat dan kental, yang dapat memicu pembentukan batu ginjal. Penelitian yang dipublikasikan dalam studi Public Health Nutrition menunjukkan bahwa hidrasi yang memadai sangat penting untuk membantu ginjal membuang racun dari tubuh.

4. Konsumsi Makanan Ultra-Processed

Makanan seperti mi instan, camilan kemasan, sosis, dan daging olahan biasanya mengandung natrium dan zat aditif fosfor yang tinggi. Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Kidney Diseases menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-processed dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

5. Begadang dan Kurang Tidur

Tidur kurang dari enam jam per malam dapat mengganggu ritme sirkadian alami tubuh, yang berdampak pada proses regenerasi organ dan menimbulkan stres pada jaringan ginjal. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tidur yang cukup demi menjaga fungsi organ dalam tetap stabil.

6. Konsumsi Gula Berlebih

Pola makan yang mengandung gula berlebih dari minuman manis, boba, atau gula tersembunyi dalam saus kemasan dapat menyebabkan obesitas. Obesitas secara medis merupakan faktor utama yang dapat memicu diabetes tipe 2 dan hipertensi, yang merupakan dua risiko terbesar yang dapat merusak ginjal dan memaksa pasien untuk menjalani cuci darah.

Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut, kita dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.

// Artikel Terkait