Wednesday, 10 June 2026
Tekno

Elon Musk Terpukul dalam Gugatan Terhadap OpenAI dan Sam Altman

Elon Musk mengalami kekalahan dalam gugatan yang diajukan terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, setelah juri memutuskan bahwa tuntutannya sudah kedaluwarsa. Putusan ini diambil setelah juri mengada...

D
Dimas Adhyaksa Putra
19 May 2026 17 pembaca
Elon Musk Terpukul dalam Gugatan Terhadap OpenAI dan Sam Altman
Elon Musk kalah dalam gugatan terhadap OpenAI dan Sam Altman setelah juri menyatakan gugatan kedaluwarsa. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Miliarder yang juga pemilik SpaceX dan Tesla, Elon Musk, tidak berhasil dalam gugatan yang dilayangkan terhadap OpenAI serta CEO-nya, Sam Altman. Keputusan ini diambil oleh juri di pengadilan Oakland yang menyatakan bahwa Musk terlambat mengajukan tuntutan terhadap OpenAI.

Setelah melakukan musyawarah selama 90 menit, juri memutuskan bahwa gugatan tersebut telah kedaluwarsa berdasarkan hukum pembatasan waktu. Meskipun putusan juri bersifat advisory, Hakim Yvonne Gonzalez Rogers menyatakan bahwa dia sependapat dengan keputusan tersebut. "Pengadilan kini mengonfirmasi indikasi sebelumnya bahwa mereka akan menerima temuan juri sebagai temuannya sendiri," ungkap Rogers.

Dasar Gugatan Musk dan Tanggapan OpenAI

Musk, yang merupakan salah satu pendiri dan penyandang dana awal OpenAI dengan total sumbangan mencapai $38 juta, mengajukan gugatan pada tahun 2024. Ia menuduh Sam Altman, Presiden OpenAI Greg Brockman, dan OpenAI sendiri 'mencuri lembaga amal' dan memperkaya diri secara tidak sah ketika perusahaan beralih ke struktur yang melibatkan sayap nirlaba. "Saya sudah menjadi orang bodoh," kata Musk di hadapan pengadilan awal bulan ini. "Saya memberi mereka pendanaan gratis untuk membuat sebuah startup."

Tim pengacara OpenAI berargumen bahwa misi perusahaan tidak berubah dan tetap dijalankan oleh dewan yayasan nirlaba. Mereka juga menekankan bahwa Musk menunda pengajuan gugatan hingga ia mendirikan perusahaan kecerdasan buatan miliknya sendiri, xAI. Juri menemukan bahwa Musk sudah mengetahui perilaku yang dipermasalahkan dalam gugatan tersebut setidaknya sejak tahun 2021.

Reaksi Pasca Putusan dan Rencana Banding

William Savitt, pengacara OpenAI, menyatakan bahwa temuan juri mengonfirmasi bahwa gugatan ini merupakan upaya munafik untuk menghalangi pesaing. "Faktanya, OpenAI adalah organisasi nirlaba yang digerakkan oleh misi dan telah serta akan terus setia pada misi tersebut," tambahnya. Dalam gugatannya, Musk meminta pengadilan untuk memerintahkan OpenAI mengembalikan lebih dari $130 miliar kepada sayap nirlaba OpenAI, memecat Altman dan Brockman dari posisi mereka, serta membatalkan restrukturisasi yang menjadikan OpenAI salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Microsoft juga digugat atas tuduhan 'membantu dan bersekongkol' melalui investasinya di OpenAI. Juru bicara Microsoft menyatakan, "Fakta dan kronologi dalam kasus ini sudah lama jelas, dan kami menyambut baik keputusan juri untuk menolak klaim-klaim ini sebagai tidak tepat waktu."

Persidangan ini juga mengungkap beberapa informasi baru, termasuk peran Google dalam pendirian OpenAI dan hubungan pribadi Musk dengan Shivon Zilis, seorang eksekutif di perusahaan-perusahaan Musk. Setelah putusan, Musk menyebut Hakim Rogers sebagai hakim 'aktivis yang mengerikan' di media sosial. Pengacara utama Musk, Marc Toberoff, menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding, menilai bahwa ini adalah sebuah kegagalan keadilan.

// Artikel Terkait