Wednesday, 10 June 2026
Finansial

--- Ekonomi Indonesia Terkontraksi 0,77 Persen pada Triwulan I 2026, Sektor Energi Tertekan ---

--- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen pada triwulan pertama 2026, dengan sektor energi dan layanan publik mengalami penurunan yang...

A
Adib Ahmad Rizaldi
05 May 2026 15 pembaca
---
Ekonomi Indonesia Terkontraksi 0,77 Persen pada Triwulan I 2026, Sektor Energi Tertekan

---
Foto udara pekerja menggunakan alat berat menambang batu di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc]
suara.com Sumber: suara.com
---TITLEEXCERPT--- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen pada triwulan pertama 2026, dengan sektor energi dan layanan publik mengalami penurunan yang signifikan. ---CONTENT---

Ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen secara kuartalan (q-to-q), menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Meskipun pertumbuhan tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 5,61 persen, terdapat kekhawatiran yang mendalam terkait sektor-sektor vital yang mendukung ketahanan energi nasional.


Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Pengadaan Listrik dan Gas menjadi sorotan utama, dengan masing-masing terkontraksi sebesar 2,14 persen dan 0,99 persen. Kontraksi ini menunjukkan bahwa sektor-sektor penting tersebut berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Selain itu, jika dilihat dari data triwulanan, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan yang tajam hingga 8,20 persen, menandakan ketidakstabilan dalam mesin pertumbuhan domestik.


Selain sektor energi, layanan publik seperti Jasa Pendidikan dan Jasa Kesehatan juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing terkontraksi 6,89 persen dan 5,50 persen. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pertumbuhan yang dilaporkan oleh pemerintah. Sementara itu, sektor Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan yang tinggi sebesar 13,14 persen, namun dinilai tidak cukup untuk mengimbangi lesunya sektor industri pengolahan yang hanya tumbuh 5,04 persen, meskipun sektor ini berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap PDB.


Dengan kondisi ini, tantangan bagi perekonomian Indonesia semakin besar, dan perhatian akan tertuju pada langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah yang ada di sektor-sektor strategis tersebut.

// Artikel Terkait