Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

Dukungan Terhadap Program E20, Beniyanto Tamoreka: Memperkuat Ketahanan Energi dan Meningkatkan Ekonomi Daerah

Beniyanto Tamoreka, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Program E20 yang dipimpin oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperkuat ke...

A
Aryani Sarasvati
02 July 2026 99 pembaca
Dukung Pengembangan Program E20, Beniyanto Tamoreka: Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Nilai Tambah Ekonomi Daerah
Dukung Pengembangan Program E20, Beniyanto Tamoreka: Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Nilai Tambah Ekonomi Daerah
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, memberikan dukungan terhadap inisiatif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mempercepat pengembangan Program E20. Langkah ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor bisnis, dan masyarakat.

Menurut Beniyanto, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin melalui pemanfaatan bioetanol yang berbasis pada sumber daya lokal. Dia mengapresiasi arahan Menteri ESDM yang disampaikan dalam Sarasehan Nasional Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026, yang menekankan pentingnya pembangunan ekosistem bioetanol secara terintegrasi.

Peluang Pengembangan Bioetanol

Beniyanto menjelaskan bahwa kebutuhan bioetanol yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta kiloliter untuk mendukung Program E20 memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri bioenergi yang kompetitif dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas pertanian nasional. "Kami mendukung penuh langkah Menteri ESDM dalam mempersiapkan Program E20. Kebijakan ini bukan hanya tentang penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga merupakan strategi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor bensin, serta mendorong tumbuhnya industri bioetanol berbasis potensi sumber daya dalam negeri," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Dia juga menekankan bahwa meningkatnya permintaan bioetanol akan memberikan dampak positif bagi berbagai komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, sorgum, dan tanaman lain yang dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, Program E20 tidak hanya berfokus pada sektor energi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dampak Ekonomi dan Pertumbuhan Daerah

Beniyanto menambahkan bahwa program ini berpotensi memberikan efek berganda yang signifikan. Permintaan terhadap komoditas seperti singkong, tebu, jagung, dan sorgum dipastikan akan meningkat. Pemerintah juga mendorong pengembangan melalui pola kemitraan inti-plasma, yang akan memberikan kepastian pasar bagi petani, memperkuat industri pengolahan di daerah, serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Dia mengungkapkan bahwa daerah dengan potensi pertanian, termasuk Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara, memiliki peluang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru jika pengembangan bioetanol dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya hingga pemasaran hasil produksi. Keterlibatan perguruan tinggi dalam riset dan inovasi, sebagaimana didorong oleh Menteri ESDM, juga akan mempercepat pengembangan teknologi yang lebih efisien dan meningkatkan daya saing industri bioenergi nasional.

Beniyanto juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang akan berperan sebagai off-taker atau penjamin pasar bagi produksi bioetanol nasional. Menurutnya, kepastian pasar adalah faktor kunci untuk menarik investasi, memberikan keyakinan kepada petani dan pelaku usaha, serta mempercepat terbentuknya ekosistem industri bioetanol yang berkelanjutan. Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan yang memperkuat kemandirian energi nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Dia berharap agar Program E20 dapat disiapkan dengan matang dan dilaksanakan secara bertahap, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi impor BBM, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

// Artikel Terkait