Nurdiansyah Alasta memperoleh dukungan dari 18 dari 23 dewan pimpinan cabang (DPC) untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Aceh menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dukungan mayoritas DPC ini memberikan modal yang kuat bagi Nurdiansyah untuk mengikuti kontestasi di Musda DPD Partai Demokrat Aceh yang akan datang.
Penilaian Positif dari DPC
Para pengurus DPC menilai Nurdiansyah Alasta sebagai sosok yang lahir dari proses kaderisasi partai, memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika organisasi, serta memiliki komitmen untuk menjaga soliditas dalam memperkuat eksistensi Partai Demokrat di Aceh. Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh DPC serta kader Partai Demokrat yang telah memberinya kepercayaan.
"Saya berterima kasih kepada seluruh DPC dan kader Partai Demokrat yang telah memberikan kepercayaan," ungkap Nurdiansyah Alasta. Ia juga menambahkan bahwa dukungan ini merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan semangat kebersamaan untuk membesarkan Partai Demokrat di Aceh. "Dukungan ini adalah amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Fokus pada Penguatan Organisasi
Nurdiansyah mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk fokus dalam membesarkan partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Aceh. "Ke depan, fokus kami adalah memperkuat organisasi, menjaga soliditas kader, dan menghadirkan Partai Demokrat yang semakin dekat dengan masyarakat Aceh," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Musda Partai Demokrat di Aceh harus dimaknai sebagai forum konsolidasi organisasi yang bertujuan untuk mempererat persatuan dan hubungan antar kader di provinsi tersebut. "Musda bukan sekadar kontestasi memilih ketua, tetapi momentum untuk memperkuat konsolidasi, mempererat persaudaraan antar kader, serta menyusun strategi untuk mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Aceh," tegasnya.
Oleh karena itu, Nurdiansyah mengajak seluruh kader untuk menjaga suasana yang sejuk, santun, dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses Musda. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya politik yang sehat dan demokratis di internal partai. "Seluruh kader memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga muruah organisasi serta memastikan proses Musda sebagai forum tertinggi partai di tingkat provinsi berlangsung dalam suasana yang kondusif," tutupnya.