Sunday, 16 August 2026
Finansial

Dukungan Bulog Terhadap Gerakan Tanam Padi Serentak di Merauke

Perum Bulog memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan melalui Gerakan Tanam Padi Serentak di Merauke, Papua Selatan.

A
Aryani Sarasvati
04 July 2026 96 pembaca
Mentan, Andi Amran Sulaiman, di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). (Dok: Bulog)
Mentan, Andi Amran Sulaiman, di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026). (Dok: Bulog)
suara.com Sumber: suara.com

Perum Bulog terus berupaya memperkuat kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan dengan meningkatkan ekosistem produksi dan penyerapan hasil pertanian. Komitmen ini ditunjukkan melalui dukungan terhadap Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional dan memastikan peningkatan produksi pertanian diiringi dengan kesiapan penyerapan hasil panen guna memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Komitmen Pemerintah untuk Pangan Nasional

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional dengan mengembangkan kawasan pertanian modern yang terintegrasi. "Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden. Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," ungkap Amran.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) DR Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa Bulog siap memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa peningkatan produksi harus diimbangi dengan jaminan penyerapan agar petani mendapatkan kepastian pasar dan harga yang layak. "Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," ujarnya.

Pengembangan Pertanian Modern di Papua Selatan

Dengan adanya sinergi yang semakin erat antara pemerintah, petani, dan Perum Bulog, diharapkan pengembangan kawasan pertanian di Papua Selatan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Dukungan teknologi modern, pembangunan infrastruktur, peningkatan produktivitas, serta kepastian penyerapan hasil panen diharapkan dapat menjadikan Merauke sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional yang mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua, di mana Papua Selatan menjadi wilayah dengan pengembangan terbesar, mencakup 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan. Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan dukungan sebesar Rp1,3 triliun pada tahun 2026 yang mencakup pembangunan sarana dan prasarana pertanian, termasuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Modernisasi pertanian di Merauke menunjukkan hasil positif dengan pemanfaatan teknologi seperti traktor, drone pertanian, dan alat pertanian modern lainnya yang meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare. Indeks Pertanaman (IP) yang telah mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam, sehingga produksi pangan nasional dapat terus bertambah secara berkelanjutan.

Peningkatan produktivitas ini berdampak signifikan terhadap kesejahteraan petani, dengan data pemerintah daerah menunjukkan bahwa pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen berkat program cetak sawah dan mekanisasi pertanian. Antusiasme petani terlihat dari usulan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut.

Seiring dengan peningkatan produksi pertanian, pemerintah memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar. Perum Bulog berperan sebagai offtaker dalam menyerap gabah dan beras petani sesuai ketentuan pemerintah. Untuk mendukung kelancaran penyerapan hasil panen, pemerintah akan membangun gudang Bulog di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton, dilengkapi dengan fasilitas pascapanen seperti dryer dan unit pengolahan beras. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat menjaga mutu hasil panen, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.

Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian yang saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila target produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman meningkat menjadi tiga kali tanam setiap tahun.

// Artikel Terkait