Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

--- Dugaan Praktik Child Grooming oleh Kepala Sekolah di Tangerang Selatan, Dampaknya Sangat Serius bagi Anak ---

--- Seorang kepala sekolah di Pamulang, Tangerang Selatan, dituduh melakukan child grooming terhadap murid perempuan, yang memicu langkah penonaktifan sementara dari jabatannya. Praktik ini berpotensi...

A
Aryani Sarasvati
18 May 2026 13 pembaca
---
Dugaan Praktik Child Grooming oleh Kepala Sekolah di Tangerang Selatan, Dampaknya Sangat Serius bagi Anak

---
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan)
---TITLEEXCERPT--- Seorang kepala sekolah di Pamulang, Tangerang Selatan, dituduh melakukan child grooming terhadap murid perempuan, yang memicu langkah penonaktifan sementara dari jabatannya. Praktik ini berpotensi memberikan dampak psikologis yang berat bagi anak. ---CONTENT---

Jakarta - Sebuah kasus dugaan child grooming melibatkan seorang kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan, yang diduga melakukan pendekatan tidak pantas terhadap salah satu siswi perempuan. Dalam sebuah unggahan yang menjadi viral, sejumlah akun anonim mengungkapkan bahwa kepala sekolah tersebut berusaha mendekati siswi yang kurang mendapatkan perhatian dari ayahnya.

Kejadian ini dilaporkan sudah berlangsung beberapa kali. Menanggapi situasi tersebut, pihak sekolah mengambil tindakan dengan menonaktifkan kepala sekolah yang bersangkutan. "Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi. Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis pihak sekolah melalui akun Instagram @letrispamulangofficial beberapa waktu lalu.

Apa Itu Child Grooming?

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan oleh pelaku untuk mendapatkan kepercayaan anak dengan tujuan eksploitasi, baik secara seksual maupun emosional. Pelaku biasanya mendekati anak di bawah umur secara perlahan, memberikan perhatian, hadiah, dan pujian.

Menurut spesialis kejiwaan dr Lahargo Kembaren, SpKJ, pelaku sering kali berperan sebagai tempat curhat bagi anak dan tampil sebagai sosok yang "paling memahami" mereka. Akibatnya, anak merasa nyaman dan bergantung, sehingga batasan relasi yang sehat menjadi kabur. "Anak akhirnya merasa nyaman, bergantung, lalu batas relasi sehat mulai dikaburkan," jelas dr Lahargo.

Dampak Psikologis yang Serius

Dr Lahargo mengingatkan bahwa dampak dari child grooming terhadap anak bisa sangat berat. Ini dapat mencakup trauma psikologis, gangguan kecemasan, serta rasa bersalah dan malu. Anak yang mengalami hal ini mungkin kehilangan rasa aman, kesulitan untuk mempercayai orang lain, dan berisiko mengalami depresi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengalaman tersebut dapat menyebabkan gangguan relasi di masa dewasa. Banyak korban merasa bingung karena pelaku yang sebelumnya dianggap sebagai sosok baik atau figur yang dipercaya, kini berubah menjadi sosok yang menakutkan dan membuat tidak nyaman.

// Artikel Terkait