Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan Habib Rizieq Shihab. Pernyataan ini disampaikan saat Dudung ditemui di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Pernyataan tersebut merupakan respons Dudung terhadap ucapan Habib Rizieq yang disampaikan melalui kanal Islamic Brotherhood Television di YouTube. Rizieq menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang merasa Indonesia gelap sebaiknya pergi ke Yaman. Dalam komentarnya, Rizieq menyebut bahwa ucapan Presiden dipengaruhi oleh sosok yang ia sebut "Jenderal Baliho", yang diduga mengacu kepada Dudung Abdurachman, mengingat keterlibatannya dalam penertiban atribut baliho FPI.
Dudung menjelaskan bahwa penertiban baliho yang terjadi pada tahun 2020 lalu dilakukan dalam rangka penegakan aturan setelah pemerintah membekukan organisasi Front Pembela Islam (FPI). Ia menekankan bahwa langkah tersebut diambil karena adanya narasi yang berpotensi mengganggu persatuan nasional, termasuk ajakan yang dianggap dapat memicu provokasi di masyarakat. Dudung juga menegaskan bahwa posisinya sebagai kepala KSP tidak ada hubungannya dengan munculnya berbagai narasi politik yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dengan pernyataan ini, Dudung berharap untuk mengklarifikasi situasi dan menegaskan bahwa tidak ada hubungan pribadi yang mempengaruhi pernyataan politik yang ada. Perkembangan selanjutnya terkait isu ini masih akan terus dipantau.