Wednesday, 01 July 2026
Kesehatan

--- Donald Trump Merayakan Ulang Tahun ke-80, Apa yang Terjadi pada Tubuh di Usia Tua? ---

--- Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni. Di tengah kesibukan politiknya, kondisi fisik Trump menjadi sorotan publik, menimbulkan diskusi tentang ke...

H
Hanafi Syahputra
19 June 2026 37 pembaca
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
---TITLEEXCERPT--- Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 pada 14 Juni. Di tengah kesibukan politiknya, kondisi fisik Trump menjadi sorotan publik, menimbulkan diskusi tentang kesehatan lansia di usia tersebut. ---CONTENT---

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memasuki fase baru dalam hidupnya dengan merayakan ulang tahun ke-80 pada 14 Juni. Momen ini menjadi tonggak penting, menjadikannya salah satu tokoh politik tertua di AS, bersanding dengan pendahulunya, Joe Biden, yang juga berusia 80 tahun saat ini. Di tengah kesibukan menjalankan tugasnya, kondisi kesehatan Trump menarik perhatian masyarakat, terutama setelah muncul beberapa gejala fisik seperti pembengkakan pada kaki dan memar di tangan, yang memicu perbincangan mengenai kapasitas fisik seorang lansia.

Riwayat Kesehatan Donald Trump

Menurut catatan medis dan laporan dari tim dokter kepresidenan yang telah dipublikasikan, Trump diketahui memiliki sejumlah kondisi kesehatan kronis yang terus dipantau. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyakit Jantung Koroner Ringan: Pemindaian kalsium arteri koroner menunjukkan adanya penumpukan plak, sehingga ia rutin mengonsumsi obat penurun kolesterol (statin) dengan dosis tinggi.
  • Hiperkolesterolemia (Kolesterol Tinggi): Memiliki kecenderungan untuk mengalami kadar kolesterol tinggi yang dipengaruhi oleh pola makan.
  • Obesitas: Indeks massa tubuh (IMT) Trump sering berada di ambang batas obesitas ringan, yang dapat meningkatkan beban pada jantung dan persendian lutut.
  • Rosacea: Kondisi kulit kronis yang menyebabkan kemerahan pada wajah.

Perubahan pada Tubuh di Usia 80 Tahun

Menurut laporan dari USA Today, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat bahwa rata-rata harapan hidup pria adalah 76,5 tahun. Namun, dengan dukungan ekonomi yang memadai dan akses terhadap layanan kesehatan yang baik, sekitar setengah dari populasi pria dapat mencapai usia 80-an. Pakar penuaan dari University of Alabama, Steven Austad, menjelaskan bahwa "usia 80 tahun di era modern sudah berbeda". Proses penuaan setiap individu sangat bervariasi, tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup. Secara umum, berikut adalah beberapa perubahan biologis yang terjadi pada tubuh di usia 80 tahun:

  1. Volume Otak Menyusut: Data dari Harvard Health menunjukkan bahwa volume dan berat otak manusia menyusut sekitar 5 persen setiap dekade setelah usia 40 tahun, dengan penyusutan yang lebih cepat setelah usia 70. Hal ini berdampak pada kemampuan komunikasi antar-sel saraf yang menurun, sehingga tugas kognitif menjadi lebih lambat. Lansia di usia ini seringkali mengalami kesulitan dalam mengingat kata-kata, nama, atau judul film. Namun, ada kelompok lansia yang disebut "super-agers", yaitu mereka yang berusia di atas 80 tahun tetapi memiliki kapasitas memori setara dengan orang berusia 50 tahun karena penyusutan otak yang lebih lambat.
  2. Pengerasan Pembuluh Darah: Mayo Clinic menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, arteri cenderung menjadi lebih kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan jantung untuk berdetak cepat saat tubuh mengalami stres fisik, meningkatkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
  3. Kepadatan Tulang Merosot: Kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada akhir usia 20-an. Memasuki usia 80 tahun, tulang akan melemah karena ukuran dan densitasnya menyusut drastis. Penurunan ini juga disertai penurunan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas otot, yang dapat mengganggu keseimbangan dan stabilitas tubuh, sehingga lansia menjadi lebih rentan terhadap risiko jatuh dan patah tulang.

Untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal di usia lanjut, para ahli kesehatan menyarankan agar individu melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur minimal 150 menit dalam seminggu, menjaga pola makan rendah natrium, serta tetap aktif bersosialisasi untuk memelihara kesehatan mental dan ketajaman otak.

// Artikel Terkait