Bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat berharga bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mengqadha puasa mereka, terutama pada hari-hari tertentu seperti saat melaksanakan Puasa Senin-Kamis atau Puasa Dzulhijjah, yang diperbolehkan oleh para ulama. Menurut hasil sidang isbat Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, menandai awal periode yang baik untuk meningkatkan amalan sunah. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Bulan Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah, bersanding dengan Muharram, Rajab, dan Dzulqa'dah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa waktu telah berputar seperti keadaan saat Allah menciptakan langit dan bumi, di mana satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Hanif Luthfi Lc, dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah" yang diterbitkan oleh Rumah Fiqih Publishing, menjelaskan berbagai keutamaan dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Dzulhijjah. Puasa ini dianggap sebagai ibadah yang istimewa, di mana pelakunya diberikan kesempatan untuk berdoa yang tidak tertolak. Dalam beberapa hadits, disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa selama sembilan hari di bulan Dzulhijjah, serta pada hari Asyura dan tiga hari setiap bulan.
Amalan yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebelum Idul Adha, adalah puasa sunnah yang dapat digabungkan dengan qadha Ramadhan bagi umat Muslim yang masih memiliki tanggungan puasa wajib. Ustaz Hanif Luthfi Lc menekankan bahwa puasa qadha Ramadhan yang dilakukan bersamaan dengan puasa Dzulhijjah memberikan kesempatan untuk meraih dua pahala sekaligus, dan sering kali dilakukan bersama teman-teman.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Dzulhijjah
Sayyid Bakri dalam kitab I‘anatut Thalibin menjelaskan bahwa orang yang berpuasa pada hari-hari tertentu yang sangat dianjurkan akan mendapatkan keutamaan sama seperti mereka yang berpuasa sunnah, meskipun niatnya adalah untuk qadha puasa atau puasa nazar. Berikut adalah bacaan niat untuk Puasa Qadha Ramadhan sekaligus Puasa Dzulhijjah:
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى.
Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.
Arti: Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu Ramadhan Lillaahi Ta'ala.
Bagi umat Muslim, puasa qadha Ramadhan dapat dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah Dzulhijjah. Namun, niat untuk puasa qadha Ramadhan tidak boleh dicampur dengan niat puasa sunnah, karena mengganti puasa wajib seperti puasa Ramadhan adalah suatu kewajiban. Niat harus ditetapkan pada malam hari atau saat sahur, sesuai dengan hadits yang menyatakan bahwa siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.