Thursday, 11 June 2026
Politik & Hukum

Direktur LIMA: Ketidakpastian Politik Dipicu oleh Pernyataan Menarik Adik Prabowo

Ray Rangkuti, Direktur LIMA, menilai bahwa pernyataan pemerintah terkait situasi politik kebingungan dapat menghambat minat investasi.

H
Hanafi Syahputra
12 April 2026 18 pembaca
Direktur LIMA: Ketidakpastian Politik Dipicu oleh Pernyataan Menarik Adik Prabowo
Sumber gambar: jpnn.com
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ray Rangkuti, Direktur LIMA (Lembaga Informasi Masyarakat), menyoroti dampak pernyataan kontroversial yang dihasilkan oleh adik dari Prabowo Subianto terhadap situasi politik Indonesia. Dalam pandangannya, kondisi politik yang tidak stabil dapat menjadi penghalang bagi para investor untuk berinvestasi di tanah air. Rangkuti mengungkapkan keraguannya terkait sejauh mana investor mau mengambil langkah berani di tengah ketidakpastian yang dihadapi.

Menurut Rangkuti, pernyataan pemerintah yang kadang kali membingungkan justru menambah ketidakpastian tersebut. Ia menjelaskan, “Ketika pemerintah memberikan sinyal yang tidak jelas, hal ini dapat membuat investor berpikir dua kali untuk berinvestasi.” Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak tepat dari pihak pemerintah dapat mempengaruhi persepsi dan keputusan para investor di dalam dan luar negeri.

Lebih lanjut, Rangkuti menegaskan pentingnya konsistensi dalam kebijakan politik untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Investor membutuhkan kepastian. Ketika mereka melihat bahwa situasi politik berpotensi menimbulkan konflik atau ketidakstabilan, mereka akan menahan diri dari berinvestasi,” ujarnya. Kondisi yang tidak menentu ini tidak hanya mempengaruhi kepercayaan investor tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Rangkuti juga menjelaskan bahwa pernyataan yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam politik dapat memengaruhi suasana di masyarakat. Mengingat bahwa adik Prabowo memiliki pengaruh yang cukup besar, setiap ucapan yang keluar darinya dapat memicu reaksi beragam di kalangan masyarakat dan pelaku bisnis. “Ucapan yang tidak tepat dapat menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran yang tidak perlu,” tambahnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, situasi politik Indonesia memang kerap dijadikan sorotan. Dengan adanya sejumlah isu yang berkembang, baik di tingkat lokal maupun nasional, kekhawatiran terkait stabilitas politik semakin meningkat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mengatasi ketidakpastian yang ada, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang.

Sebagai penutup, Rangkuti menyarankan agar semua pihak, terutama pemangku kebijakan, lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan sehingga tidak menambah kebingungan di tengah masyarakat dan para investor. Ia berharap, dengan komunikasi yang lebih baik dan jelas, suasana politik di Indonesia dapat menjadi lebih kondusif, sehingga mendukung pertumbuhan investasi yang sehat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait