Jakarta - Media sosial saat ini dipenuhi dengan diskusi mengenai dugaan gaslighting yang melibatkan seorang MC dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR Empat Pilar. Kasus ini menarik perhatian publik, terutama setelah munculnya video yang menunjukkan MC tersebut mengatakan 'hanya perasaan adik-adik' ketika peserta yang menjawab dengan benar tetapi dianggap salah menyampaikan protes. Insiden ini terjadi setelah juri menunjukkan sikap defensif dan malah menyalahkan cara peserta menyampaikan jawaban. Akibatnya, baik MC maupun juri menjadi sasaran kritik netizen karena dianggap bersikap arogan dan tidak menerima kritik.
Pemahaman Gaslighting
Istilah gaslighting sering kali digunakan untuk menggambarkan perilaku negatif, seperti berbohong, membuat orang merasa bersalah, atau mempermalukan. Menurut Cleveland Clinic, gaslighting merupakan bentuk khusus dari pelecehan emosional dan manipulasi mental yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mempercayai orang lain dan diri mereka sendiri. Psikolog Chivonna Childs menjelaskan bahwa gaslighting adalah manipulasi emosional yang membuat seseorang merasa bahwa perasaan mereka tidak valid atau bahwa apa yang mereka pikirkan tidak benar-benar terjadi. "Seiring waktu, mereka mulai mempertanyakan harga diri, kepercayaan diri, dan kemampuan mental mereka," tambahnya.
Dampak Psikologis pada Korban
Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa gaslighting dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri, peningkatan kecemasan, dan penurunan suasana hati. "Korban gaslighting sering merasa tidak yakin dengan pemikiran dan perasaan mereka sendiri, karena sering dimanipulasi oleh lawan bicara," ungkap Anastasia. Hal ini dapat membuat mereka merasa kurang percaya diri dengan nilai diri mereka, karena respons yang diterima tidak selalu sesuai dengan harapan setelah melakukan sesuatu yang benar.
Selain itu, korban gaslighting juga berisiko mengalami kecemasan yang meningkat. "Mereka khawatir apakah orang lain akan memahami maksud mereka atau tidak. Pertanyaan seperti 'apa yang orang lain pikirkan tentang saya?' sering muncul," ujarnya. Rasa cemas ini dapat mengarah pada kondisi mood yang buruk, bahkan depresi. "Korban mungkin merasa tidak dipahami, selalu salah, dan merasa tidak memiliki masa depan yang baik," jelasnya.
Karakteristik Gaslighting
Gaslighting tidak memiliki satu bentuk perilaku yang tunggal, namun terdapat pola perilaku umum yang sering dilakukan, antara lain: menuduh, menyalahkan, mengalihkan atau membantah argumen, menyangkal kesalahan, tidak setuju dengan versi kejadian orang lain, membuat orang lain merasa bersalah, mempermalukan, berbohong, mempertanyakan penilaian, serta mengabaikan perasaan orang lain.