Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa pendampingan dalam aspek legalitas usaha dan pelatihan pembuatan konten video menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing pengusaha mikro di era digital. Dalam acara Kumitra Jambore 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, ia mengungkapkan bahwa penggunaan video pendek dan sesi siaran langsung telah mendorong peningkatan pesanan UMKM lokal hingga 59 persen dan 135 persen melalui platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop.
Helvi memberikan apresiasi kepada Tokopedia dan TikTok Shop atas komitmen mereka dalam mendukung langkah strategis Pemerintah untuk memperkuat kemampuan pengusaha UMKM agar dapat bersaing di era digital. Ia menyatakan, "Platform e-commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop adalah salah satu elemen mitra strategis dalam penguatan UMKM. Komitmen untuk hadir langsung menunjukkan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi bisnis agar makin banyak pengusaha UMKM dapat #JualanNyaman, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan seiring perkembangan zaman."
Pentingnya Kolaborasi untuk Pengembangan UMKM
Dalam acara tersebut, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, juga menekankan bahwa dukungan yang diberikan bertujuan untuk memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Dalam sambutannya di acara Kumitra Jambore 2026, Vonny menyoroti pentingnya keterampilan dalam membuat konten, baik video pendek maupun sesi LIVE, di era discovery commerce.
Vonny menjelaskan, pemanfaatan fitur LIVE dan video pendek di kalangan penjual di Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan tren yang positif. Di kuartal pertama tahun 2026, jumlah sesi LIVE mengalami peningkatan sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang berkontribusi pada kenaikan pesanan hingga 59 persen. Sementara itu, video pendek meningkat sebanyak 79 persen, dengan pertumbuhan pesanan mencapai 135 persen.
Pelatihan dan Pendampingan untuk UMKM
Vonny juga menyatakan bahwa Yogyakarta, sebagai salah satu pusat UMKM terbesar di Indonesia dengan 347.744 UMKM, memiliki potensi yang besar untuk tumbuh di era digital. "Lewat sinergi Tokopedia dan TikTok Shop serta didukung oleh kekuatan penemuan (the power of discoverability) TikTok, pengusaha UMKM khususnya mikro di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, diharapkan bisa terus bertumbuh dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain memberikan pelatihan pembuatan konten video, Tokopedia dan TikTok Shop juga membantu dalam pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Esti Aprilia Kurniawati, Analis Perdagangan Kemendag, turut berperan dalam pendampingan ini.
Salah satu peserta, Arom Melawati, pemilik Ar-H Batik, mengungkapkan, "Selama ini saya belum mengurus legalitas usaha karena tidak tahu harus mulai dari mana. Pendampingan seperti ini sangat membantu karena prosesnya menjadi lebih jelas dan saya jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha dan #JualanNyaman ke depannya." Peserta lain, Guslim, pemilik Collins Gallery 2020, menambahkan, "Melalui pelatihan ini, saya jadi lebih memahami cara membuat konten video yang menarik agar produk saya lebih mudah ditemukan dan dikenal oleh lebih banyak pelanggan."