Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali disebut sebagai pembunuh diam. Meski demikian, perubahan dalam pola makan dan gaya hidup bisa memberikan pengaruh besar dalam pengelolaan tekanan darah. Salah satu langkah penting yang disarankan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengurangi konsumsi garam.
Menurut penelitian, pengurangan asupan garam dapat berhubungan dengan penurunan tekanan darah. Mengurangi konsumsi garam selama satu minggu dapat menurunkan tekanan darah hingga tingkat yang setara dengan efek obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi. Namun, ini tidak berarti bahwa mengurangi garam bisa sepenuhnya menggantikan obat yang diresepkan oleh dokter.
Studi Terbaru Mengenai Diet Rendah Natrium
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 melibatkan orang dewasa lanjut usia yang menjalani diet rendah natrium dengan asupan hanya 500 mg natrium per hari. Sebagai perbandingan, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 3.500 mg natrium atau setara dengan 1¾ sendok teh garam setiap harinya. Hasilnya, dibandingkan dengan pola makan biasa yang dijalani peserta, diet rendah natrium ini berhasil menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6 mmHg. Tekanan darah sistolik adalah angka yang menunjukkan tekanan di arteri saat jantung berdetak. Penurunan ini sebanding dengan efek yang diperoleh dari penggunaan hidroklorotiazid, salah satu obat yang digunakan untuk hipertensi.
Penurunan tekanan darah ini konsisten terjadi di semua kelompok, termasuk individu dengan tekanan darah normal, tekanan darah tinggi yang tidak diobati, serta mereka yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi.
Pengaruh Garam Terhadap Tekanan Darah
Garam dapur, yang juga dikenal sebagai natrium klorida, terdiri dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Natrium dalam darah berperan penting dalam mempengaruhi tekanan darah. Garam memiliki kemampuan untuk menarik air ke dalam tubuh, yang dapat meningkatkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Jika konsumsi natrium berlebihan berlangsung lama, hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tetap tinggi dan menambah beban pada jantung.
Walaupun natrium tetap diperlukan untuk fungsi tubuh yang optimal, orang dewasa disarankan untuk membatasi asupan natrium hingga 2.300 mg per hari, dengan target ideal kurang dari 1.500 mg untuk menjaga tekanan darah tetap sehat. Mengurangi konsumsi garam selama seminggu memang dapat menurunkan tekanan darah, namun jika asupan garam kembali meningkat, tekanan darah juga dapat naik kembali. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan pola makan rendah natrium secara konsisten untuk mempertahankan efek penurunan tekanan darah.
Beberapa langkah yang bisa diambil meliputi: fokus pada konsumsi makanan utuh seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak, dibandingkan dengan makanan olahan atau cepat saji. Selain itu, membaca label informasi nilai gizi pada produk makanan dan memilih alternatif yang rendah atau bebas natrium juga sangat dianjurkan. Mengurangi konsumsi makanan yang diawetkan atau diproses, yang cenderung tinggi natrium, serta menggunakan rempah-rempah untuk menambah cita rasa sebagai pengganti garam juga merupakan langkah yang baik.