JAKARTA – Aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan reproduksi wanita. Salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah amenorea, yaitu berhentinya siklus menstruasi. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Fajar Alam.
Olahraga dan Keseimbangan Hormon
Dr. Fajar menjelaskan bahwa olahraga dengan intensitas yang sangat tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Ketika hormon estrogen mengalami penurunan, hal ini dapat mempengaruhi siklus menstruasi seorang wanita. "Karena olahraga yang sangat ekstrim itu akan mempengaruhi kadar hormon estrogen sehingga menjadi drop,” ungkapnya dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya pada Kamis (9/7/2026).
Konsekuensi dari Ketidakseimbangan Hormon
Penurunan kadar estrogen menjadi penyebab utama terjadinya ketidakseimbangan hormon. Akibatnya, wanita dapat mengalami keterlambatan menstruasi, siklus haid yang berhenti total, atau bahkan perdarahan menstruasi yang lebih lama dari biasanya. "Lah, ini akibatnya adalah ketidakseimbangan hormon yang masif, akhirnya haid menjadi berhenti total, atau sekali haid enggak mau berhenti-berhenti," tambah dr. Fajar.