Sunday, 16 August 2026
Gaya Hidup

Dampak Negatif Fruktosa: Hipertensi dan Gangguan Metabolisme

Konsumsi fruktosa berlebih tidak hanya meningkatkan risiko asam urat, tetapi juga dapat menyebabkan hipertensi dan masalah metabolisme. Hal ini diungkapkan oleh seorang profesor dari IPB University.

R
Rangga Wijaya Kusuma
04 July 2026 79 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id – Tingginya konsumsi makanan dan minuman yang mengandung fruktosa tidak hanya berhubungan dengan peningkatan risiko asam urat. Prof. Antonius Suwanto, seorang Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, menjelaskan bahwa fruktosa yang berlebihan juga dapat memicu hipertensi dan gangguan metabolisme.

Fruktosa adalah jenis gula alami yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, terutama yang memiliki rasa manis. Selain itu, fruktosa juga sering terdapat dalam gula pasir, minuman manis, permen, kue, dan berbagai produk makanan olahan.

Metabolisme Fruktosa dan Dampaknya

Menurut Prof. Antonius, cara tubuh memetabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa, yang langsung digunakan oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi. "Glukosa digunakan oleh berbagai sel tubuh sebagai sumber energi. Sementara fruktosa, sebagian besarnya dimetabolisme di hati melalui jalur khusus yang membuatnya dapat langsung diubah menjadi lemak," jelasnya dalam IPB Podcast yang ditayangkan di kanal YouTube IPB TV, pada Jumat (3/7/2026).

Proses Metabolisme yang Memerlukan Energi Besar

Dia menambahkan bahwa proses metabolisme fruktosa memerlukan energi dalam jumlah besar dari ATP. Penggunaan ATP yang berlebihan dapat menghasilkan senyawa turunan yang kemudian akan diubah menjadi asam urat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk membatasi konsumsi fruktosa demi menjaga kesehatan tubuh.

// Artikel Terkait