Wednesday, 10 June 2026
Gaya Hidup

Dampak Lingkungan Keluarga yang Tidak Stabil terhadap Perkembangan Otak Anak

Kondisi keluarga yang tidak harmonis dapat memengaruhi perkembangan otak anak, menurut penjelasan dr. Adam Prabata. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam lingkungan penuh konflik dapat mengalam...

H
Hanafi Syahputra
12 May 2026 16 pembaca
Dampak Lingkungan Keluarga yang Tidak Stabil terhadap Perkembangan Otak Anak
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Dokter yang aktif membagikan informasi kesehatan, dr. Adam Prabata, kembali memberikan edukasi melalui media sosialnya. Dalam unggahannya di akun X @AdamPrabata, ia membahas bagaimana kondisi keluarga yang tidak stabil dapat berdampak pada aktivitas otak anak-anak.

Menurut dr. Adam, anak-anak yang dibesarkan dalam suasana penuh konflik, kekerasan, atau pengabaian dapat menunjukkan pola aktivitas otak yang serupa dengan prajurit yang baru pulang dari medan perang. “Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang,” tulisnya.

Penelitian tentang Aktivitas Otak Anak

Temuan ini berasal dari penelitian yang menggunakan metode functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) untuk memeriksa aktivitas otak anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas di dua area penting otak, yaitu anterior insula dan amigdala. Kedua bagian otak ini berperan dalam mendeteksi ancaman serta merespons stres.

Konsekuensi Lingkungan Bertekanan

Kondisi tersebut membuat anak-anak berada dalam mode “siap siaga” secara terus-menerus, karena mereka terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh tekanan. Hal ini menunjukkan pentingnya menciptakan suasana keluarga yang harmonis untuk mendukung perkembangan otak yang sehat bagi anak-anak.

// Artikel Terkait