Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

--- Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog ---

--- Kasus gaslighting yang terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 di Kalimantan Barat menarik perhatian banyak orang. Seorang psikolog menjelaskan dampak serius yang dialami oleh korban. ---

N
Naufal Akbar Abdila
13 May 2026 8 pembaca
---
Dampak Gaslighting dalam Lomba Cerdas Cermat: Penjelasan Psikolog

---
Foto: YouTube/MPRGOID
---TITLEEXCERPT--- Kasus gaslighting yang terjadi di Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 di Kalimantan Barat menarik perhatian banyak orang. Seorang psikolog menjelaskan dampak serius yang dialami oleh korban. ---CONTENT---

Jakarta - Istilah gaslighting menjadi perbincangan hangat setelah terjadinya insiden yang melibatkan pembawa acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana. Pernyataan yang disampaikan oleh pembaca acara dianggap oleh netizen sebagai bentuk gaslighting, yang membuat siswa SMAN 1 Pontianak sebagai korban merasa tertekan.

Dampak Gaslighting pada Korban

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa ada tiga dampak utama yang dapat dialami oleh korban gaslighting. Pertama, hilangnya rasa percaya diri. Menurutnya, korban gaslighting sering merasa ragu terhadap pemikiran dan perasaannya sendiri akibat manipulasi yang dilakukan oleh orang lain. "Pertama kurangnya percaya diri, korban gaslighting ini akan merasa tidak yakin dengan dia punya pemikiran dan perasaannya. Karena seringkali dimanipulasi atau dibolak-balik oleh lawan bicaranya," ungkap Anastasia saat dihubungi.

Dia menambahkan, "Dia menjadi kurang percaya diri dengan value yang dia punya, karena setelah melakukan sesuatu yang benar atau yang baik, belum tentu responsnya seperti yang dia pelajari. Hal baik berbuah baik."

Kecemasan dan Mood yang Turun

Dampak kedua yang diungkapkan Anastasia adalah meningkatnya rasa cemas. Korban gaslighting sering kali merasa khawatir apakah orang lain memahami maksudnya. "Karena dia menjadi khawatir orang lain akan memahami atau tidak dengan yang kumaksud. Orang lain akan berpikir apa tentang aku? Orang lain akan merasa atau menilai aku cukup baik atau tidak? Jangan-jangan aku dinilai salah?" jelasnya.

Dia juga menambahkan, "Jangan-jangan aku dinilai berlebihan mungkin, atau aku dinilai yang tidak baik. Jadi intinya mengarah ke sana. Jadi gaslighting membuat diri korban cemas."

Selanjutnya, korban gaslighting dapat mengalami penurunan mood yang serius, bahkan berpotensi mengarah ke depresi. "Jadi pada korban gaslighting biasanya ada yang juga kondisi di mana dia tidak mampu untuk berperang dengan pikiran overthinking, cemasnya, dan turunnya kepercayaan dirinya," kata Anastasia.

Dia melanjutkan, "Lalu mengarah ke sensasi sedih yang mendalam atau depresi. Merasa tidak dipahami, merasa selalu salah, merasa aku tidak capable, merasa aku tidak ada masa depan baik."

Akibat dari gaslighting dapat membuat individu meragukan masa depannya dan merasa tidak pernah cukup, meskipun telah berusaha melakukan yang terbaik.

// Artikel Terkait