Sunday, 16 August 2026
Finansial

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 Diperkirakan Capai Rp5,03 Triliun

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran ekonomi dari Piala Dunia 2026 akan mencapai Rp5,03 triliun, mencakup berbagai sektor usaha.

A
Aryani Sarasvati
16 July 2026 93 pembaca
Ceremony Piala Dunia 2026 (Instagram/@fifaworldcup)
Ceremony Piala Dunia 2026 (Instagram/@fifaworldcup)
suara.com Sumber: suara.com

Kadin Indonesia mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi yang dihasilkan dari Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai Rp5,03 triliun. Angka ini merupakan hasil dari berbagai aktivitas komersial yang berlangsung di seluruh negeri. Dampak ekonomi ini meliputi sektor hotel, restoran, kafe, penyiaran, iklan, serta penjualan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Penyelenggaraan turnamen ini menciptakan efek pengganda melalui investasi yang dilakukan pelaku usaha serta tingginya partisipasi masyarakat dalam acara nonton bareng. Kegiatan Piala Dunia FIFA 2026 diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian nasional. Kadin Indonesia memperkirakan bahwa rangkaian kegiatan yang terkait dengan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan perputaran ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melebihi Rp5,03 triliun.

Rincian Perputaran Ekonomi

Perhitungan nilai tersebut mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen. Ini termasuk kegiatan penyiaran, belanja iklan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise, serta transaksi di sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA). Selain itu, kegiatan nonton bareng dan penjualan UMKM dalam berbagai event, termasuk Festival Rakyat 2026, juga berkontribusi terhadap angka tersebut.

Kukrit Suryo Wicaksono, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional dapat mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor. "Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," ungkap Kukrit di Jakarta.

Potensi Efek Pengganda

Kukrit menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ini menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas, terutama jika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, sektor bisnis, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurut kajian Kadin, perputaran ekonomi tersebut berasal dari sekitar Rp1,76 triliun dari aktivitas promosi produk melalui iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, dan sekitar Rp2,4 triliun dari sektor HOREKA.

Kadin juga menilai bahwa dampak ekonomi dari Piala Dunia tidak berhenti pada angka tersebut. Selain menciptakan perputaran ekonomi langsung sebesar Rp5,03 triliun, penyelenggaraan turnamen ini berpotensi menghasilkan efek pengganda terhadap berbagai sektor usaha. Efek ini muncul karena pelaku usaha melakukan investasi tambahan untuk mendukung acara Piala Dunia, seperti pembelian televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, peningkatan kapasitas tempat duduk, hingga peningkatan fasilitas makanan dan minuman.

Data menunjukkan bahwa sektor akomodasi, makanan, dan minuman tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Survei yang dilakukan oleh Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia juga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat selama Piala Dunia berlangsung. Sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng setidaknya sekali, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas siaran pertandingan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. "Kepercayaan yang diberikan kepada TVRI sebagai penyiar resmi FIFA merupakan amanah yang kami jalankan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati Piala Dunia secara gratis. Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan ruang kebersamaan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di berbagai daerah," kata Fiki.

// Artikel Terkait