Wednesday, 01 July 2026
Tekno

China Luncurkan Superkomputer Terkuat di Dunia, Mengalahkan AS

China telah meluncurkan LineShine, superkomputer terkuat di dunia yang mengalahkan El Capitan dari Amerika Serikat, menandai kemajuan signifikan dalam kompetisi teknologi global.

A
Aryani Sarasvati
28 June 2026 9 pembaca
China memperkenalkan LineShine, superkomputer terkuat dunia, menggeser El Capitan buatan AS. (Foto: Dok. National Supercomputing Centre via Detikcom)
China memperkenalkan LineShine, superkomputer terkuat dunia, menggeser El Capitan buatan AS. (Foto: Dok. National Supercomputing Centre via Detikcom)

China baru saja memperkenalkan LineShine, sebuah sistem superkomputer yang kini dinyatakan sebagai yang terkuat di dunia, berkat penggunaan chip yang diproduksi secara domestik. Keberhasilan ini semakin memperketat persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat. LineShine berlokasi di Pusat Superkomputer Nasional yang terletak di Shenzhen, dan berhasil menggeser posisi El Capitan, superkomputer asal Amerika, dalam daftar terbaru TOP500 yang diperbarui dua kali setahun oleh para ahli komputer.

Superkomputer ini mampu mencapai kecepatan komputasi yang 20 persen lebih cepat dibandingkan dengan El Capitan. Dirancang untuk melakukan perhitungan kompleks, LineShine memiliki kecepatan yang sangat tinggi, berbeda dengan komputer biasa yang umumnya digunakan. Superkomputer ini sering dimanfaatkan untuk menemukan dan mengembangkan obat baru, memprediksi cuaca, melatih model kecerdasan buatan (AI), serta melakukan berbagai simulasi lainnya.

Inovasi Teknologi dalam Superkomputer

Pusat Superkomputer Nasional China mengungkapkan bahwa LineShine merupakan hasil dari berbagai terobosan dalam mengatasi berbagai hambatan teknologi. "Pencapaian LineShine menandai lompatan bersejarah bagi sektor superkomputer China dalam mengatasi pembatasan teknologi asing dan membangun ekosistem perangkat keras serta perangkat lunak yang dikendalikan secara mandiri," ungkap lembaga tersebut.

LineShine sepenuhnya menggunakan CPU dan tidak mengandalkan GPU khusus. Lu Yutong, kepala desainer LineShine, menyatakan bahwa mesin ini telah berhasil melampaui arsitektur hibrida konvensional yang biasanya menggabungkan CPU dan GPU. Sistem ini memanfaatkan infrastruktur komputasi full-stack yang dikembangkan di dalam negeri, termasuk CPU dan memori bandwidth tinggi (HBM) untuk mendukung berbagai beban kerja ilmiah, teknik, dan AI.

Peringkat dan Pengaruh dalam Dunia AI

Meskipun LineShine berhasil menduduki posisi teratas dalam daftar TOP500, para ahli memperingatkan agar pencapaian ini tidak dianggap sebagai ukuran kemampuan AI suatu negara. Andrew Rohl, direktur National Computational Infrastructure Australia, menjelaskan bahwa peringkat TOP500 didasarkan pada tolok ukur yang sudah ada selama puluhan tahun untuk mengukur beban kerja komputasi ilmiah tradisional, bukan untuk AI modern. "Ini adalah pencapaian teknis yang sangat mengesankan. Tetapi ini tidak relevan jika Anda mengajukan pertanyaan 'siapa yang memiliki kemampuan AI terbaik?' atau 'siapa yang memiliki infrastruktur terbaik untuk menjalankan AI dengan baik?'" katanya.

Dia juga menambahkan bahwa banyak sistem AI yang paling kuat, yang dibangun oleh perusahaan besar seperti xAI dan Google, serta superkomputer yang dioperasikan oleh fasilitas pertahanan utama, tidak termasuk dalam peringkat ini karena alasan sensitivitas atau ekonomi.

Dengan kehadiran LineShine, posisi El Capitan sebagai pemegang gelar sebelumnya kini tergeser. Meski demikian, Amerika Serikat masih mendominasi lima besar superkomputer terkuat di dunia. Berikut adalah daftar superkomputer terkuat:

Peringkat | Sistem | Lokasi | Negara | HPL (Exaflop/s)
1 | LineShine | National Supercomputer Center, Shenzhen | China | 2.198
2 | El Capitan | Lawrence Livermore National Laboratory | AS | 1.809
3 | Frontier | Oak Ridge National Laboratory | AS | 1.353
4 | Aurora | Argonne National Laboratory | AS | 1.012
5 | Jupiter Booster | Jülich Supercomputing Centre | Jerman | 1.000

// Artikel Terkait