Sunday, 16 August 2026
Tekno

Cermati Kerentanan Firmware Router Tenda yang Terancam Serangan Siber

Sebuah laporan mengungkapkan adanya celah keamanan pada firmware router Tenda yang dapat memberikan akses tidak sah ke panel manajemen perangkat. Celah ini belum diperbaiki karena produsen belum dapat...

S
Salsabila Nur Azzahra
09 July 2026 70 pembaca
Ilustrasi. CERT/CC mengungkap celah keamanan backdoor pada firmware router Tenda, memungkinkan akses administratif tak sah.. (Foto: Istockphoto/ Undefined)
Ilustrasi. CERT/CC mengungkap celah keamanan backdoor pada firmware router Tenda, memungkinkan akses administratif tak sah.. (Foto: Istockphoto/ Undefined)

Jakarta, CNN Indonesia -- Coordination Center CERT (CERT/CC) menginformasikan adanya celah keamanan berupa backdoor autentikasi tersembunyi pada beberapa versi firmware router Tenda. Celah ini berpotensi memberikan akses administratif kepada pihak yang tidak berwenang ke panel manajemen web perangkat tersebut.

Menurut CERT/CC, celah yang dikenal dengan kode CVE-2026-11405 ini belum diperbaiki karena produsen dari perangkat jaringan asal China tersebut tidak dapat dihubungi. Celah ini terjadi akibat adanya mekanisme autentikasi yang tidak terdokumentasi pada fungsi login() di dalam binary web server /bin/httpd yang terdapat dalam firmware.

Detail Celah Keamanan

Ketika pengguna mencoba untuk login dan proses autentikasi standar berbasis MD5 gagal, sistem akan mengambil kata sandi alternatif dari nilai konfigurasi tertentu dan membandingkannya dengan kata sandi yang dimasukkan pengguna dari jarak jauh. Jika kedua kata sandi tersebut cocok, perangkat akan memberikan akses penuh sebagai administrator dan menciptakan sesi yang sah, tanpa memperhatikan nama pengguna yang dimasukkan.

Dengan kata lain, mekanisme ini akan menerima nama pengguna apa pun selama kata sandi yang tepat diberikan. CERT/CC menyatakan bahwa mekanisme ini tidak terdokumentasi di mana pun, termasuk tidak disebutkan di antarmuka administratif perangkat, sehingga pengguna tidak menyadari adanya risiko yang mengintai.

Potensi Risiko dan Rekomendasi

“Eksploitasi yang berhasil memberikan akses administratif penuh ke antarmuka web perangkat, terlepas dari kredensial akun administrator yang telah dikonfigurasi,” tulis CERT/CC dalam buletinnya. Dengan akses administratif tersebut, penyerang dapat melakukan konfigurasi ulang perangkat, mengubah pengaturan jaringan, dan menonaktifkan fitur keamanan. Hal ini dapat membuka jalan bagi peretasan jaringan lokal yang lebih luas, termasuk risiko pembobolan akun-akun yang terhubung ke jaringan tersebut.

Celah keamanan CVE-2026-11405 ini diketahui berdampak pada lima kombinasi perangkat dan versi firmware Tenda, yaitu Tenda FH1201, Tenda W15E, Tenda AC10, Tenda AC5, dan Tenda AC6 V2. Masing-masing model router memiliki celah dengan versi firmware spesifik yang telah diidentifikasi oleh CERT/CC.

Karena belum ada pembaruan yang tersedia, CERT/CC merekomendasikan pengguna perangkat Tenda yang terpengaruh untuk menonaktifkan panel manajemen web jarak jauh guna mencegah akses dari internet ke antarmuka yang rentan. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk membatasi eksposur jaringan lokal dengan mengganti alamat IP LAN default untuk mengurangi risiko deteksi otomatis oleh pemindai yang biasa digunakan oleh peretas.

Celah ini ditemukan dan dilaporkan kepada CERT/CC oleh seorang peneliti anonim. Meskipun belum ada laporan mengenai eksploitasi aktif di lapangan, CERT/CC menyatakan bahwa celah semacam ini sangat mungkin menjadi target jaringan botnet yang sering menyasar kelemahan pada perangkat router. BleepingComputer telah mencoba menghubungi Tenda untuk mendapatkan tanggapan, tetapi belum menerima respons.

// Artikel Terkait