Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Cara Gen Z Mengatasi Stres Melalui Keseimbangan Kerja dan Hidup

Generasi Z semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan kerja yang tinggi. Mereka menerapkan berbagai cara untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribad...

A
Arga Pratama
26 July 2026 59 pembaca
Foto: Magnific
Foto: Magnific

Jakarta - Dengan meningkatnya tuntutan dalam dunia kerja, banyak individu dari generasi Z mulai memahami bahwa sekadar produktif tidaklah cukup untuk mempertahankan kualitas hidup yang baik. Menurut laporan dari Deloitte Global 2024 mengenai Gen Z dan Milenial, terungkap bahwa 46% dari mereka merasa cemas dan stres hampir sepanjang waktu kerja. Bagi generasi yang dibesarkan dalam era teknologi ini, menjaga kesehatan mental telah menjadi prioritas utama yang berpengaruh pada kualitas hidup dan retensi di tempat kerja.

Survei yang sama menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi faktor utama dalam memilih tempat kerja bagi Gen Z dan milenial. Mereka lebih menghargai sifat ini daripada indikator kesuksesan tradisional seperti jabatan atau kepemilikan materi.

Strategi Menyusun Prioritas

Salah satu kebiasaan yang mulai banyak diterapkan oleh Gen Z adalah menyusun skala prioritas dalam pekerjaan. Mereka tidak hanya membuat daftar tugas, tetapi juga memilah mana yang mendesak dan mana yang bisa ditunda, sehingga dapat menghindari perasaan kewalahan akibat mengerjakan semua tugas sekaligus. Menetapkan batasan yang jelas pada diri sendiri dianggap sebagai langkah bijak untuk mengurangi stres dan memulihkan kondisi fisik serta mental. Selain itu, membandingkan beban tugas harian dengan deskripsi pekerjaan di kontrak awal juga membantu mencegah beban kerja yang berlebihan yang dapat menyebabkan burnout.

Pentingnya Self Reward

Selain menyusun prioritas, Gen Z juga memiliki kebiasaan memberi penghargaan untuk diri sendiri setelah menyelesaikan pekerjaan atau mencapai target tertentu. Kebiasaan ini berfungsi sebagai pelarian instan untuk mencegah burnout, terutama di era digital yang penuh kompetisi. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z melihat self reward sebagai bentuk apresiasi diri yang dapat meningkatkan motivasi psikologis dan hormon dopamin, sehingga mereka merasa lebih bahagia. Pendekatan ini menjadikan self reward sebagai mekanisme adaptasi terhadap beban kerja yang tinggi, bukan sekadar perilaku konsumtif.

Olahraga dan Pola Makan Sehat

Cara lain yang banyak diterapkan oleh Gen Z untuk mengelola stres adalah dengan rutin berolahraga dan menjaga asupan buah-buahan. Aktivitas fisik seperti stretching, yoga, atau jalan santai diyakini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membantu meredakan stres, sekaligus memberikan jeda mental dari berbagai tekanan sehari-hari. Selain itu, pola makan juga berperan penting dalam menjaga kestabilan mental. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan buah dan sayur, serta rendah gula, dapat mengurangi gejala stres dan kecemasan. Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, kiwi, dan stroberi, berfungsi sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas penyebab stres oksidatif dalam tubuh.

Kebiasaan menjaga asupan buah ini juga memengaruhi pilihan camilan sehari-hari bagi Gen Z. Di tengah rutinitas yang padat, banyak dari mereka mulai mencari camilan yang praktis namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk saat mengambil waktu istirahat singkat di antara pekerjaan.

// Artikel Terkait