Wednesday, 01 July 2026
Politik & Hukum

Budiman Sudjatmiko Tidak Lagi Dianggap Aktivis oleh PDI Perjuangan

Deddy Yevri Sitorus dari PDI Perjuangan menegaskan bahwa Budiman Sudjatmiko tidak dapat dipandang sebagai aktivis mahasiswa setelah terjun ke dunia politik. Diskusi di UGM yang dihadiri Budiman dibuba...

N
Naufal Akbar Abdila
19 June 2026 39 pembaca
Posisi Budiman Dalam Diskusi di UGM Tak Bisa Dilihat sebagai Aktivis
Posisi Budiman Dalam Diskusi di UGM Tak Bisa Dilihat sebagai Aktivis
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan bahwa posisi Budiman Sudjatmiko dalam sebuah diskusi yang berakhir dengan pembubaran di Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak dapat dianggap sebagai aktivis mahasiswa. "Soal Budiman saya kira sudah terang benderang tidak bisa dilihat sebagai aktivis," ungkapnya melalui pesan tertulis pada Kamis (18/6).

Diskusi di UGM yang Kontroversial

Diskusi yang bertema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia tersebut berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Senin malam (15/6). Dalam acara itu, hadir tiga pejabat negara, yaitu Budiman Sudjatmiko selaku Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Namun, diskusi tersebut tidak dapat dilanjutkan karena mahasiswa melakukan protes dan membubarkan acara.

Jarak antara Budiman dan Mahasiswa

Deddy menjelaskan bahwa Budiman sudah lama meninggalkan dunia aktivisme sejak ia terjun ke politik, terutama dalam 12 tahun terakhir yang dihabiskannya di pusat kekuasaan. "Jadi menurut saya, Budiman dan para mahasiswa punya jarak dan tembok pemisah yang cukup jauh dan tinggi, bahkan cenderung berbeda secara diametral," jelasnya. Ia menambahkan bahwa Budiman tidak bisa terus-menerus bernostalgia seolah-olah masih menjadi bagian dari gerakan pro-demokrasi mahasiswa.

Lebih lanjut, Deddy menilai bahwa Budiman tampaknya tidak menyadari posisinya sebagai mantan aktivis yang kini menjadi satu-satunya nilai tukar untuk tetap berada di lingkaran kekuasaan. Ia juga berpendapat bahwa pembubaran diskusi oleh mahasiswa dapat dihindari jika acara tersebut diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi sosial yang ada. "Seharusnya bisa dihindarkan jika kegiatannya dilakukan pada waktu atau tempat yang berbeda," tuturnya.

// Artikel Terkait