Sunday, 16 August 2026
Finansial

BTN Memimpin Penyaluran Rumah Subsidi dalam Akad Massal Bersama Danantara

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menunjukkan posisinya sebagai bank terdepan dalam penyaluran rumah subsidi melalui Akad Massal KPR Rumah Subsidi yang diadakan di Batang, Jawa Tenga...

R
Rangga Wijaya Kusuma
31 July 2026 61 pembaca
Gedung BTN. (Dok: BTN)
Gedung BTN. (Dok: BTN)
suara.com Sumber: suara.com

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan kembali posisinya sebagai pemimpin dalam pembiayaan rumah subsidi di Indonesia dengan menjadi bank penyalur terbesar dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 30 Juli. Dalam acara tersebut, sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikan BTN sebagai kontributor utama di antara bank-bank penyalur lainnya.

Berdasarkan informasi resmi dari BP Tapera, akad massal ini melibatkan total 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP, yang terdiri dari 200 debitur yang hadir secara fisik dan 62.510 debitur yang mengikuti secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lebih dari 130 lokasi di 372 kabupaten dan kota di 36 provinsi.

Pentingnya Perumahan bagi Masyarakat

Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa perumahan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Ia mendorong kolaborasi yang lebih cepat antara pemerintah, lembaga keuangan, pengembang, dan semua pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi baru dalam penyediaan rumah yang layak bagi rakyat.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia yang terus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem perumahan nasional. Sinergi ini memperkuat keterhubungan antara kebijakan pemerintah, pembiayaan, pengembang, dan pelaku industri, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses rumah yang layak dan terjangkau.

Nixon menyatakan, “Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional membuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku industri semakin solid.” Ia menambahkan bahwa akad massal ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Realisasi Pembiayaan Rumah Subsidi

Akad massal ini berlangsung di tengah meningkatnya realisasi pembiayaan rumah subsidi di seluruh negeri. Hingga 29 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai Rp14,76 triliun yang disalurkan melalui 43 bank penyalur. BTN sendiri telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, yang merupakan jumlah tertinggi di antara bank-bank Himbara lainnya.

Salah satu penerima manfaat BTN yang menerima kunci rumah secara simbolis adalah Sutam Sapto Wibowo, seorang pengemudi ojek online dari Kabupaten Bantul, yang mendapatkan rumah dengan cicilan sekitar Rp1,05 juta per bulan. Selain pengemudi ojek online, penerima manfaat lainnya berasal dari berbagai profesi seperti guru, perawat, buruh, dan pelaku usaha kecil.

BTN juga berupaya memperkuat penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 29 Juli 2026, realisasi KPP BTN mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pembiayaan bagi pengembang, kontraktor, dan pelaku usaha lainnya dalam rantai pasokan perumahan. Nixon menegaskan bahwa melalui KPR, BTN membantu masyarakat memiliki rumah, sedangkan melalui KPP, BTN membantu pengembang dan pelaku usaha meningkatkan pasokan hunian.

BTN juga menyediakan layanan digital bernama balé Properti untuk memudahkan masyarakat dalam menemukan hunian, yang mencakup informasi tentang pilihan rumah, harga, lokasi, simulasi cicilan, hingga akses pengajuan KPR dalam satu ekosistem. Nixon menambahkan, “Menjadi penyalur terbesar bukan tujuan akhir. Yang terpenting adalah semakin banyak keluarga Indonesia dapat menemukan rumah yang sesuai, memperoleh pembiayaan dengan mudah, dan benar-benar menghuni rumah yang layak serta terjangkau.”

// Artikel Terkait