PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk merenovasi 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat daerah di Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang masih tinggal di tempat tinggal yang tidak layak. Renovasi tersebut mencakup lima unit rumah di masing-masing daerah, yaitu Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo.
Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama BTN dan PPATK yang telah berhasil memperbaiki 15 rumah pada tahun 2025, sehingga total rumah yang telah diperbaiki dalam dua tahun mencapai 35 unit. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyatakan bahwa perbaikan RTLH merupakan salah satu solusi untuk membantu masyarakat yang belum mampu memiliki rumah melalui pembiayaan atau perbaikan mandiri. Ia menambahkan bahwa sekitar satu dari tiga keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi kriteria hunian layak.
Komitmen untuk Masyarakat
Nixon menjelaskan, "BTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah." Pernyataan ini disampaikan di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, pada hari Kamis (13/8).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan banyak pihak dalam menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni. BTN dan PPATK berkomitmen untuk menjadikan program bedah rumah ini sebagai kegiatan tahunan, dengan fokus pada wilayah yang masih menghadapi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. "Apa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun," ungkapnya.
Transformasi Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
Program ini sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan, serta mendukung semangat transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. BTN juga telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah berusia 24 tahun. "Kami bersama seluruh stakeholder, pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa papan," ujarnya.
Program ini juga akan memperluas semangat “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” melalui literasi keuangan keluarga, mengingat keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berperan penting dalam membentuk perilaku finansial yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat, Sanatra, mengungkapkan rasa syukurnya setelah rumahnya diperbaiki. "Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN," ujarnya.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif BTN dan PPATK. Ia menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak masih sekitar 8,03%, dengan sekitar 5.000 warga berada dalam kategori kemiskinan ekstrem yang berdampak pada kondisi tempat tinggal mereka. "Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak," tuturnya.
Penerima manfaat program RTLH ditentukan melalui koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta pemerintah daerah setempat, disertai proses verifikasi kondisi rumah dan kelayakan penerima. Program ini juga mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah dan memperkuat semangat BTN untuk tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.