PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bekerja sama dengan Danantara Indonesia dalam upaya mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terintegrasi. Melalui 35 Sentra UMKM, BSI UMKM Center, serta 23 Desa BSI yang tersebar di berbagai daerah, BSI tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang diperlukan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kelas usaha mereka, menjadi bankable, dan menembus pasar yang lebih luas.
Pendekatan End-to-End untuk Pemberdayaan UMKM
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan juga merupakan pintu masuk utama dalam pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Oleh karena itu, BSI menerapkan pendekatan end-to-end yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, akses pembiayaan syariah, digitalisasi, serta perluasan pasar baik domestik maupun global. Saat ini, BSI telah memiliki lebih dari 340 ribu nasabah UMKM dan bersama Danantara, mereka juga membangun empat UMKM Center yang fokus pada pembinaan agar UMKM dapat naik kelas.
Lebih dari 6.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan dari BSI UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Pusat-pusat ini berfungsi sebagai tempat pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran, serta akses pembiayaan, dan juga menampilkan produk-produk UMKM yang dibina agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang sehat, legal, layak, bankable, dan kompetitif. Anggoro menambahkan, "Hal ini sejalan dengan komitmen kami menjadikan UMKM tidak hanya sekadar pembiayaan, melainkan ekosistem yang membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas."
Strategi Penguatan UMKM melalui Lima Pilar Utama
Penguatan dan pendampingan kepada UMKM dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan sertifikasi halal, pengembangan halal value chain dari hulu hingga hilir, penyediaan pembiayaan syariah, serta penguatan inovasi dan digitalisasi usaha. BSI juga mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung oleh dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar menjadi legal, layak, dan bankable. Dalam mendukung pengembangan UMKM di pedesaan, BSI membangun 23 Desa Binaan yang memanfaatkan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Komitmen BSI dalam mendukung UMKM semakin diperkuat dengan penyaluran pembiayaan ritel dan UMKM yang hingga Mei 2026 mencapai Rp54,80 triliun, dengan pertumbuhan double digit sebesar 11,14% (YOY) kepada lebih dari 340 ribu pelaku usaha melalui pembiayaan KUR Syariah, Mikro, dan SME. Selain itu, BSI juga mempercepat transformasi digital UMKM melalui berbagai platform seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan ekonomi digital.
Anggoro menekankan, "Ketika UMKM naik kelas, manfaatnya tidak berhenti pada satu pelaku usaha. Dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, dan menggerakkan ekonomi daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia."