Sunday, 16 August 2026
Finansial

BRI Dukung Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Melalui Pelatihan Kewirausahaan dan Keuangan

BRI meluncurkan program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan literasi keuangan. Acara ini dihadiri oleh 50 PMI dari berbagai daerah di...

R
Rangga Wijaya Kusuma
03 August 2026 55 pembaca
Program pemberdayaan bagi PMI di Heelung District Fishermen’s Association, Keelung City, Taiwan, Minggu (26/7/2026). (Dok: BRI)
Program pemberdayaan bagi PMI di Heelung District Fishermen’s Association, Keelung City, Taiwan, Minggu (26/7/2026). (Dok: BRI)
suara.com Sumber: suara.com

Dalam upaya mendorong lahirnya wirausaha baru di Indonesia, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli meluncurkan inisiatif pemberdayaan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Acara kick-off program ini berlangsung di Heelung District Fishermen’s Association, Keelung City, Taiwan, pada Minggu (26/7/2026), dihadiri oleh 50 PMI yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program ini menawarkan pelatihan praktis dan aplikatif bagi peserta, mencakup pengembangan mindset kewirausahaan, validasi ide bisnis, literasi keuangan, pengelolaan remitansi, penyusunan rencana bisnis, serta manajemen usaha yang meliputi aspek produksi, pemasaran, dan keuangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang branding dan pemasaran digital. Mereka akan didampingi secara modular untuk memastikan rencana usaha yang dibuat dapat diimplementasikan dan berkembang secara berkelanjutan.

Tujuan Program dan Manfaat bagi PMI

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan, tetapi juga untuk membangun jaringan usaha di antara PMI, memperkuat literasi keuangan, serta mengarahkan tabungan dan remitansi mereka menjadi modal usaha yang produktif. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan BRI yang dapat dimanfaatkan, termasuk layanan remitansi, tabungan, dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan usaha mereka setelah kembali ke tanah air.

Salah satu PMI yang berpartisipasi dalam program ini adalah Sevi Astinih, seorang wanita dari Indramayu, Jawa Barat. Sevi mengungkapkan bahwa mengikuti program ini sangat berharga, karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas jaringan dengan PMI lainnya yang memiliki semangat dan tujuan serupa. "Adanya acara ini sangat menyenangkan karena kami mendapat banyak pengalaman dan teman-teman baru sesama PMI di Taiwan. Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana mengelola pendapatan, menyusun perencanaan keuangan, hingga memahami pentingnya investasi dan tabungan. Semua materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami," kata Sevi.

Komitmen BRI dalam Pemberdayaan PMI

Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa pemberdayaan PMI merupakan bagian dari komitmen BRI untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang bekerja di luar negeri. "BRI meyakini bahwa remitansi yang dihasilkan oleh para PMI tidak hanya menjadi sumber penghidupan keluarga, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan," ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan bahwa program ini dibangun dengan prinsip bahwa remitansi perlu dikelola sebagai instrumen kemandirian ekonomi, bukan hanya untuk konsumsi. Oleh karena itu, BRI berupaya mendorong PMI untuk menyusun rencana usaha yang terukur, memiliki nilai tambah, diferensiasi produk, serta mampu memitigasi risiko usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan. "Kami berharap wadah ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta. Melalui inisiatif ini, BRI ingin mendorong Pekerja Migran Indonesia tidak hanya sukses selama bekerja di luar negeri, tetapi juga siap menjadi wirausahawan mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah asalnya," tegas Dhanny.

// Artikel Terkait