Sunday, 16 August 2026
Finansial

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Meningkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI menunjukkan komitmen dalam transformasi bisnis dengan memperkuat struktur pendanaan yang efisien dan berkelanjutan, didukung oleh Danantara untuk menciptakan nilai dalam BUMN.

D
Doni Setiawan
08 July 2026 104 pembaca
Tingginya volume transaksi BRI terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI.(Dok: BRI)
Tingginya volume transaksi BRI terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI.(Dok: BRI)
suara.com Sumber: suara.com

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, terus menunjukkan keberhasilan dalam transformasi bisnisnya melalui penguatan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA) berhasil menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) serta memperkuat kualitas pertumbuhan perusahaan di tengah tantangan ekonomi global yang masih ada.

Keberhasilan ini sejalan dengan agenda penguatan fundamental dan penciptaan nilai yang didorong oleh Danantara di lingkungan BUMN. Perbaikan struktur pendanaan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mengelola biaya dana secara lebih optimal, memberikan ruang yang lebih besar untuk menjaga profitabilitas, memperkuat daya saing, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan 9,4% secara tahunan.

Peningkatan CASA dan Efisiensi Pendanaan

Dari total DPK tersebut, CASA (konsolidasian) semakin mendominasi dengan mencapai Rp1.058,6 triliun, setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan dengan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund BRI, yang turun dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026, atau turun sebesar 65 basis poin.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) merupakan salah satu strategi utama dalam program transformasi yang sedang dijalankan oleh perusahaan. “Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan. Adapun tingginya volume transaksi terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko,” ujarnya.

Kinerja BRI yang Meningkat

Penguatan struktur pendanaan ini juga berkontribusi terhadap kinerja keseluruhan perusahaan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp2.250 triliun, sedangkan kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian perusahaan meningkat 13,7% menjadi Rp15,5 triliun.

Sejalan dengan itu, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia, sekaligus Kepala Badan Pelaksana BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Danantara terus mendorong transformasi menyeluruh pada perusahaan-perusahaan BUMN agar memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan. “Danantara hadir untuk memastikan BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko. Dengan fondasi yang kuat, BUMN akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan manajemen risiko dan tata kelola merupakan fondasi utama agar BUMN dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. “Kami ingin membangun manajemen risiko dan tata kelola yang kuat karena hanya perusahaan yang dikelola dengan baik yang dapat sustain di masa depan,” tambahnya.

// Artikel Terkait